Ekonomi

Gercep, Distributor P2O Indonesia Area Sumatera Ujicoba Pupuk Organik di Kebun Kakao Bayas Jaya Pesawaran

Distributor Area Sumatera P2O Indonesia, yang juga Ketua DPD Pejuang Bravo Lima Lampung Ary Meizari Alfian (ketiga kanan) saat pengenalan dan ujicoba demplot pupuk organik P2O media tanam kakao, kerja sama dengan Pemkab Pesawaran, di kebun kakao warga anggota Gapoktan Desa Bayas Jaya, Kecamatan Way Khilau, Pesawaran, Kamis 11 Maret 2021. | Kolase Collage Maker/Ary Meizari Alfian

Suluh.co — Bukan pepesan kosong. Ary Meizari Alfian, Distributor Area Sumatera PT Khansa Citra Buana, produsen pupuk organik P2O berbasis di Sukabumi, Jawa Barat, yang membawa kabar baik, meretas kebutuhan ketersediaan alternatif pupuk nonkimia bagi pertanaman komoditas agraria khususnya di Lampung, gerak cepat.

Usai gebrakan perdana, menggandeng mitra Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran meluncurkan ujicoba demplot pupuk organik P2O Indonesia, di luasan dua hektar lahan tanaman padi di areal persawahan warga Desa Bagelen, Gedongtataan, Pesawaran, bersama Sekdakab Pesawaran Kesuma Dewangsa didampingi oleh Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setkab Pesawaran Marzuki, Kepala Dinas Pertanian Pesawaran Anca Martha Utama, kelompok tani, serta aparat desa setempat, Selasa 9 Maret 2021.

Ary Meizari yang juga Ketua DPD Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung ini, bersama mitra distributor Arif Budiman dan sejumlah staf, diantaranya Oktiyas Apriza yang juga Sekretaris DPC PBL Pesawaran, langsung bergerak ke lokasi perkebunan di basis tani Desa Bayas Jaya, Kecamatan Way Khilau, Pesawaran, Kamis 11 Maret 2021.

Disana, usai memperkenalkan diri, mereka mensosialisasikan program kerja sama kemitraan strategis P2O Indonesia dan Pemkab Pesawaran terkait asistensi dan fasilitasi teknis pengadaan pupuk organik sekaligus edukasi singkat pengetahuan produk berikut demonstrasi lapangan.

Di hadapan para warga tani pekebun kakao, tergabung Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan, dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Desa Bayas Jaya, turut hadir membersamai, Kepala Bagian Sumberdaya Alam Setdakab Pesawaran, Anggun Saputra.

Baca Juga:  Dituduh Aniaya Anak, Kades Mada Jaya Siap Penuhi Panggilan Pihak Berwajib

Dari keterangan lisan dan kiriman sejumlah video singkat Ary, warga nampak semringah tinggi antusias. Mereka sejenak bak lupa, bila rerata usia pohon kayu kakao Pesawaran kini sedang didera penurunan produktivitas, yang sudah tak sebanding lagi dengan biaya produksi, dan karenanya perlu peremajaan.

“Kesan saya, setelah kami jelaskan, warga seperti dapat darah segar. Semangat. Saya juga senang lihatnya. Semoga bisa bantu, berhasil nantinya. Terpenting kami tulus, bantu petani, bantu pemda, mengurangi ketergantungan pupuk kimia, meningkatkan kembali produktivitas lahan dan kapasitas produksi tanamannya,” ungkap Ary.

Keterangan Ary, yang juga bekas Ketua Kadin Bandarlampung periode 2012-2015 dan Kadin Lampung 2015-2017 itu, senapas dengan keterangan lisannya Selasa lalu.

Menjelaskan saat itu, berangkat dari empati terhadap aspirasi rakyat petani/pedesaan menghadapi fluktuasi ketersediaan pupuk saat tiba hari masa pemupukan, pihaknya menghadirkan pupuk organik P2O sebagai bagian dari solusi.

“Persoalan stok pupuk menipis saat petani lagi butuh-butuhnya, aspek kejenuhan lahan produksi maupun budidaya pertanian lahan basah atau kering, perkebunan, peternakan dan perikanan, perlunya alternatif solusi sekaligus bantu petani, pekebun, peternak, pembudidaya, dan pemerintah daerah dalam atasi kebutuhan itu, coba kami jawab dengan penyediaan pupuk organik P2O ini,” ujar Ary.

Setengah promosi, Ary menyebut nilai lebih pupuk organik yang pada banyak studi kasus skala produksi tanam/budidaya di berbagai daerah, mampu mengatasi kejenuhan dan meningkatkan kualitas unsur hara tanah.

Selain, klaim dia, secara output kualitas dan kuantitas volume, serta harga keekonomian hasil produksi tanamannya jauh lebih baik, lebih banyak, lebih menjanjikan, dibanding dengan penanaman memakai pupuk kimia.

“Setelah ujicoba pemupukan P2O di lahan budidaya melon di Kebun Agrowisata Unila, ini ujicoba perdana kami di Pesawaran ini, untuk padi. Kita tahu, Pesawaran satu sentra produksi pertanian, agrobisnis, peternakan, perkebunan, dan akuakultur yang prospektif di Lampung,” jelasnya.

Baca Juga:  PDAM Way Rilau Jadwal Ulang Distribusi Pelanggan

Usai ujicoba perdana demplot padi, pihaknya akan melakukan demplot serupa komoditas tanaman cabai dan kakao setempat. “Kedua nanti cabai dan kakao,” kuak dia Selasa itu, dan dia buktikan Kamis kemarin.

Informasi, saat ujicoba demplot Selasa lalu, Sekdakab Pesawaran Kesuma Dewangsa, yang juga insinyur dan Kakak Pembina, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Pesawaran, menyebut stereotip keunggulan pupuk organik. Mulai tahan serangan hama sampai ramah lingkungan, ujarnya.

Sebagai catatan, bisa jadi ceruk pasar luar biasa besar, menukil data Distan Pesawaran, dari total lebih dari 14 ribu hektar luas lahan persawahan produktif di Bumi Andan Jejama termasuk sedikitnya 390 hektar lahan cetak sawah baru per 2017, saat ini baru berkisar seperlimanya yang telah mengaplikasikan pemupukan tanaman dengan pupuk organik.

Sebagai kabupaten yang rajin mendaratkan raihan prestasi bidang agraria di berbagai tingkatan, semisal bidang pertanian, tanam padi bulan November sesuai target, bidang peternakan, inseminasi buatan (SIWAB) melebihi target tetapan pemerintah, bidang perkebunan mencanangkan desa mandiri kakao dan sebagainya, prospek pemanfaatan produk teknologi pupuk organik sebagai alternatif juga diproyeksi bakal cukup cerah.

Penelusuran, P2O Indonesia yang dimotori inventor Hendrawan Amirullah, berjejaring pemasaran di Sumatera sejak tahun 2012, mengklaim dua produknya, dekomposer dan nutrisi P2O, sebagai pupuk organik lengkap yang mengandung hara mikro penunjang kebutuhan tanaman, diformulasikan untuk mempercepat pertumbuhan tunas daun dan proses persemaian, memperbaiki struktur keasaman/pH tanah, menghindari penyakit gondok tanaman, membantu pengomposan lebih cepat, dan menghalau bau.

Formulasi teknologi organik P2O ini, diklaim merupakan penyempurnaan teknologi pupuk cair 100 persen murni organik yang dapat diaplikasikan bagi semua tanaman pertanian holtikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan, cukup dengan satu formulasi.

Baca Juga:  Honda Genio Resmi Mengaspal di Lampung

Disitat dari laman resmi juga aplikasi digital P2O Indonesia di Google PlayStore, ternyata korporasi yang juga telah bisa memproduksi beras organik ini, menyediakan dua bentuk pupuk cair dan padat. Soal harga, bisa dicek namun terhitung relatif terjangkau.

Secara profiling, pupuk nonkimiawi produksi Khansa Citra Buana ini diklaim bermanfaat bagi percepatan pertumbuhan vegetatif dan generatif, peningkatan unsur hara dan hasil pertanian, menghasilkan produk pertanian 100 persen organik murni dan bebas residu kimia, serta menghilangkan racun ekoli dan sanmonela.

Disebutkan pula, selain tanaman buah, sayur, dan pangan, pupuk ini dapat diaplikasikan pada media peternakan, perikanan dan pertambakan –seperti sukses aplikasi pada perikanan tawar ikan patin di sentra terbesar Jambi, sebagai bahan fermentasi kompos, dan bahan penetralisir kimia atau limbah bahan beracun dan berbahaya (B3).

Selain memproduksi dan memasarkan, P2O Indonesia juga membuka ruang konsultasi seluas-luasnya dan berkomitmen membantu pemerintah mencetak agropreneur tangguh berbasis sistem mandiri organik Nusantara.

Ary Meizari di tengah aneka kesibukannya mengaku juga tengah berbenah menyiapkan kantor sekaligus workshop Distributor Area Sumatera P2O Indonesia di kompleks ruko miliknya bilangan Rajabasa Bandarlampung, membuka diri bermitra strategis dengan petani/kelompok tani/Gapoktan, pekebun, peternak, petambak, nelayan, pembudidaya, perorangan/institusi dan pemerintah daerah di Sumatera.

“Siap. Saya on call di nomor 08224098888. Kami juga lagi ujicoba demplot media tanam cabai di Tegineneng, Pesawaran. Nanti pas peresmian kantor, jangan lupa hadir ya,” ujar Ary yang santer kabar bakal jadi calon kuat memimpin Apindo Lampung pengganti M Yusuf Kohar ini, dikonfirmasi ulang Jumat 12 Maret 2021.

 

Reporter: SUL/Muzzamil

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top