Pendidikan

Gelar Seminar Online, Universitas Malahayati Bahas Limbah Covid-19 dengan Perspektif Lingkungan

Seminar Online Universitas Malhayati/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Mahasiswa Universitas Malahayati, dalam hal ini Fakultas Hukum, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat dan UKM-U Mahapala, menyelenggarakan seminar online KM Unmal dengan tema ”Menelisik Limbah Covid-19 dengan Perspektif Lingkungan dalam Rangka Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia” pada Minggu (7/6) kemarin.

Turut hadir sebagai pembicara yakni, Direktur WALHI Lampung Irfan Tri Musri, Dosen Teknik Lingkungan Univeristas Malahayati Diah Ayu Wulandari, Vera yuliani selaku Dosen FKM Universitas Malahayati, hingga 200-an peserta baik dari dalam maupun luar negeri.

Seminar ini diawali dengan pemaparan Irfan Tri Musri, terkait pembahasan tentang penelitian mengenai jurnal nature.

Kata Irfan, dalam kurun waktu tahun 1940 sampai 2004, ada 335 penyakit baru yang 22% berasal dari satwa liar. Tepat pada periode itu, jumlah emisi gas rumah kaca memecahkan rekor dalam 800.000 tahun dan jumlah CO2 di atmosfer tembus 400 ppm.

Sementara itu, Diah Ayu Wulandari, menjelaskan pembahasan materi tentang Covid-19 dan perkembangannya, fansyaskes, timbulan limbah B3, fasyaskes dan pengelolaannya, pengelolaan limbah B3, hingga upaya pemerintah dalam penanganan limbah Covid-19.

Baca Juga:  Organisasi Tidak Menghambat Menjadi Lulusan Terbaik

Dan terakhir pemaparan ketiga Vera Yuliani, mengenai pembahasan materi tentang air, sanitasi dan pengelolaan limbah untuk menghadapi virus Covid-19 dan membahas beberapa jurnal yaitu,

  1. The Covid -19 pendemic:considerations for the waste and wastewater services sector
  2. Disinfection technology of hospital wastes and wastewater : suggestions for disinfection strategy during coronavirus Disease 2019 (COVID-19) pandemic in china
  3. Enviromental perpective of COVID-19

Simpulan dari pembahasan pembicara adalah :

  1. Pengelolaan Limbah Khususnya di Provinsi Lampung Masih Belum Tersedia Sehingga di Lakukan di luar Provinsi Lampung.
  2. Pentingnya Penyampaian Informasi Kepada Masyarakat Tentang Pengelolaan Limbah Infeksius yang Bersumber dari Masyarakat.
  3. Pentingnya Memahami Regulasi Maupun SOP Dalam Penekanan Pemusnahan Limbah Covid-19.
  4. Petugas Dinas Yang Bertanggungjawab di Bidang Lingkungan Hidup, Kebersihan Dan Kesehatan Melakukan Pengamblan Dari Setiap Sumber Untuk Dangkut Ke Lokasi Pengumpulan Yang Telah Ditentukan Sebelum Diserahkan Ke Pengelola Limbah B3.
  5. Perlu Diupayakan Pengelolaan On-Site Disalah Satu RS Rujukan Covid-19 Yang Mampu Menampung Limbah Infeksius Dari RS Rujukan Covid-19 Lainnya Selama Era Covid.
  6. Memperhatikan Masawaktu Penyimpanan Limbah Medis Ex Penanganan Covid Dipercepat Max 1×24 Jam.
  7. Kemenkes Dapat Memulai Membuat Map Pengolahan Limbah Medis Secara Komunal.
  8. Diperukan Sosialisasi Kepada Masyarakat Melalui Media Daring Tentang Limbah Medis Rumah Tangga.
  9. Persyaratan Teknis Pengolahan Limbah B3 Ditinjau Ulang Dengan Memperhatikan Aspek Keandalan Teknologi Pengelolaan Limbah.
  10. Berkerjasama Terkait Pengangkutan Limbah Medis B3 Ex ODP Dengan RS/Fasyankes Untuk Penjemputan Limbah Medis B3 (Masker, Jarum Suntik, Dll).
  11. Meninjau Ulang Dan Memperhatikan Aspek Kendala Teknologi Pengolahan Limbah.
  12. Pentingnya Peran Pemerintah Daerah Bersama Dengan Dinas Kesehatan Dalam Membuat Perencanaan Dan Pemantauan Pengelolaan Limbah Infeksius, Untuk Mendirikan Fasiltas Pengelolaan Limbah B3 Yang Dapat Dikelola Oleh Bumdes Atau BUMD
  13. Perlunya Selalu Bimbingan Terkait Teknis Dan Evaluasi Pengelolaan Limbah Infeksius Kepada RS Dan Dinas Lingkungan.
  14. RS Umum Besar, Dapat Melakukan Pengelolaan Limbah Medis B3 Yang Bersumber Dari RS Kecil, Puskesmas, Klink Berdasarkan Wilayah Kota/Kabupaten.
  15. Menaati Peraturan Pemerintah Seperti Phycical Distancing, Selalu Mengggunakan Masker Saat Berpergian, Dan Selalu Menjaga Kebersihan Dengan Selalu Cuci Tangan Menggunakan Sabun.
  16. Limbah Harus Dipastikan Sebelum Masuk Ke Saluran Pembuangan, Jika Tidak Langsung Mengalir Kesaluran Pembuangan Limbah Haruslah Disimpan Dengan Aman.
  17. Cara Untuk Membawa Perubahan Lingkungan Yang Positif Yaitu Dengan Tetap Mengikuti Himbawan Pemerintah.
  18. Prosedur Penanganan Limbah Di RS Harus Sesuai Protokol Kesehatan.
  19. Pengelolaan Limbah Covid Sangat Mempengaruhi Resiko Potensi Penularan Sehingga Harus Diolah Dengan Baik.
  20. Pentingnya Pemisahan Toilet/Jamban Bagi Orang Yang Dicurigai Terindeksi Covid-19, Dan Melakukan Melakukan Karantina Mandiri.
  21. Sinar Matahari Dan Klorin Dapat Membantu Kematian Virus Covid-19.
  22. Mendorong Pemerintah Untuk Melakukan Penegakan Hukum Terkait Kasus Kebakaran Hutan Yang Terjadi Di Indonesia Maupun Kebijakan Peraturan Terkait Covid-19.(SUL/RLS)
Baca Juga:  PPDB Tingkat SMP Harus Berbasis Zonasi
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top