Ekonomi

Geblek Tambak “Mbah Toipah” Bangkit Pasarkan Produk Melalui Online

Geblek Tambak “Mbah Toipah” Bangkit Pasarkan Produk Melalui Online/MAS

Suluh.co – Dampak pandemi covid 19 sangat dirasakan oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau (UMKM), hal tersebut menjadi perhatian 3 dosen Universitas Muhammadiyah Purworejo yaitu Murhadi, S.Pd.T., M.Eng., dosen Teknologi Informasi, Susi Widjajani,S.E., M.Si dosen Management, Isnaeni Maryam, M.Pd dosen Matematika.

Tiga dosen tersebut tergabung dalam Program Kemitraan Masyarakat dari Kementrian Riset dan Teknologi.

Murhadi menyampaikan bahwa pihaknya mencoba memberikan solusi bagi UMKM yang terdampak Pandemi, kali ini menjadi mitra UMKM Geblek Tambak “Mbah Toipah”.

“Melalui pengamatan tim, selama ini Geblek Tambak hanya memasarkan produknya melalui outlet-outlet konvensional, sedangkan di masa pandemi banyak obyek wisata maupun outlet oleh-oleh mengalami penurunan drastis, oleh sebab itu kami hadir menjadi mitra untuk memberikan solusi melalui teknologi produksi dan pemasaran,” ungkapnya, Rabu (1/9).

Baca Juga:  Jelang Musim Giling, Pabrik Gula Cintamanis Terapakan Standar Protokol Kesehatan

Dijelaskan, sebelum memasuki pemasaran harus diketahui bahwa geblek Tambak ialah makanan basah, oleh sebab itu pihaknya memberikan pelatihan tetang pengemasan menggunakan vacuum sealer agar dapat bertahan lama dalam kemasan.

Hal tersebut menjadi solusi, karena selama ini jika ada pesanan Geblek yang membutuhkan waktu kirim lama Geblek menjadi basi atau sudah rusak tidak layak konsumsi.

“Selain itu kami juga membuatkan portal media pemasaran secara online, dapat di download di geblekmbahtoipah.com dalam portal tersebut owner dapat lebih mudah memasarkan produknya melalui online dan pembeli pun juga akan lebih mudah untuk memesan dengan berbagai sistem pembayaran yang sudah disambungkan,” terangnya.

Geblek Tambak “Mbah Toipah”

Sementara, Agung Iriawan owner pengusaha oleh-oleh khas Kabupaten Purworejo Geblek Tambak “Mbah Toipah” beralamat di Tambakrejo jalan WR Soepratman belakang Bank BRI, menyampaikan, produksi sebelum pandemi 2 Ton perbulan per hari 2-3 kuintal.

Baca Juga:  100 Mahasiswa UM Purworejo Raih Predikat Cumlaude, Prodi Pendidikan Matematika Catat IPK Tertinggi

Semenjak pandemi, terlebih PPKM hanya mampu memproduksi 50kg perhari.

“Adanya progam ini saya merasa terbantukan sangat. Bisa belajar terkaitan kemasan produk, sebelumnya tidak memikirkan sejauh itu. Alhamdulillah kini di beri fasilitas dan portal pasar online,” ungkapnya.

Agung berharap pendampingan ini terus-menerus, sampai dirinya dan orang-orang dilingkungan mampu mengoperasikan dan memanfaatkannya secara maksimal di dunia marketing media online.

 

Reporter : Mahestya Andi Sanjaya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top