Daerah

Gandeng BNN, Nurul Ikhwan Ajak GML Perangi Narkoba

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan, Nurul Ikhwan, menggelar sosialisasi Peraturan daerah Nomor 1 tahun 2019 tentang fasilitasi pencegahan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya di Padepokan perguruan Cakra Sejati, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan/Istimewa

KALIANDA – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan, Nurul Ikhwan, menggelar sosialisasi Peraturan daerah Nomor 1 tahun 2019 tentang fasilitasi pencegahan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya di Padepokan perguruan Cakra Sejati, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Minggu (25/1).

Hadir sebagai narasumber, Seksi Pencegahan BNN Lampung Selatan Marman serta Abdul Aziz dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lampung yang juga conselur narkoba dalam IPWL askratif.

Kegiatan yang dimoderatori Ahmad muslimin turut dihadiri oleh organisasi masyarakat (ormas) Gema Masyarakat Lokal (GML) dan masyarakat di wilayah itu.

Nurul Ikhwan menyampaikan edukasi secara langsung dan digitalisasi sampai ke tingkat desa sebagai deteksi dini dalam pencegahan pegunaan dan peredaran narkoba penting dilakukan.

Baca Juga:  Konflik Gajah Dan Manusia, Perambah Diminta Tinggalkan Register 39 Tanggamus

“Kami mengimbau seluruh element rakyat sinergi dengan stakeholder terkait peran aktif dalam memerangi narkoba agar predikat NKRI darurat narkoba dapat teratasi,” tegas Nurul Ikhwan.

Sementara, narasumber dari BNN Lamsel Marman menyatakan, NKRI sedang dalam keadaan “darurat narkoba”.

Bahkan survei Universitas Indonesia (UI) pada 2017 lalu, ada 3,3 juta jiwa pengguna narkoba dan Lampung peringkat tiga se-Sumatera dan peringkat ke-8 secara nasional serta dalam zona merah narkoba.

“Namun berkat sinergi pemerintah dan masyarakat di tahun 2019 peringkat tersebut menurun, sehingga secara nasional jadi
peringkat 13 zona merah narkoba,” urainya.

Marman juga menyatakan bahwa narkoba atau zat adiktif apapun jika di konsumsi dapat mengubah perilaku manusia, maka tidak dibenarkan dalam pengunaan narkoba golongan 1, 2 dan 3.

Baca Juga:  Warga Waysido Idap Penyakit Aneh

“Meskipun narkoba golongan 3 dengan resep dokter dapat di gunakan untuk penyembuhan sebuah penyakit tertentu dalam pengunaan yang sangat terbatas dan diawasi,” ungkapnya.

Marman menyatakan, sangat penting ada pengawasan terhadap anak atau keluarga dan lingkungan sekitar kita untuk pencegahan dini.

“Sebagai catatan bersama pengguna narkoba atau keluarganya jangan segan melapor ke BNN atau rumah sakit dan puskesmas sebagai IPWL untuk mendapatkan penanggan dan rehabilitasi sehingga menyelamatkan hidup pengguna narkoba. Bahkan regulasi menjamin keamanan data diri pengguna narkoba yang melapor,” kata dia.

Sedangkan bandar narkoba tidak ada ampun jika di ketahui oleh petugas dalam pemberantasannya.

Abdul Aziz narasumber dari RSJ Lampung memaparkan, bahwa layanan gangguan jiwa di RSJ menemukan salah satu penyebab gangguan jiwa adalah narkoba.

“Kenapa orang memakai narkoba karena adanya keinginan manusia itu sendiri untuk mendapatkan kenikmatan setelah mengkonsumsi narkoba. Padahal, pengguna narkoba dapat mengidap penyakit kronis beserta penyakit turunannya yang akibatkan kerusakan permanen pada tumbuh manusia pengguna narkoba,” ujarnya.

Baca Juga:  Sedikitnya 4 Orang Tewas Ditempat, Akibat Kecelakaan Beruntun di Tarahan

Dia juga mendorong agar di hari narkoba internasional pada Juni 2020, Pemerintah Provinsi Lampung dapat mengadakan sebuah kampanye perang nelawan narkoba misalnya melalui lomba pembuatan film pendek yang kemudian dapat jadi saran edukasi visual dalam pencegahan penggunaan narkoba.

Respon positif ditunjukkan Ormas GML. Melalui ketuanya, Rizal, GML Rizal siap perang terhadap narkoba di Provinsi Lampung.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top