Pendapat

Gaduh Isu Bantuan Langsung Tunai

Oleh : Sandi Fernanda S.Kom

Pendamping Desa, Kabupaten Lampung Utara

FAKTA di grassroot/akar rumput hari ini gaduh imbas isu Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Jangan kan bulan Mei, mungkin sampai Juni pun aparat desa belum bisa menyalurkan dana yang bersumber dari dana desa.

Kok bisa begitu?

Nah ini yang selalu jadi pertanyaan masyararakat di desa.

Ya, ini terjadi karena adanya intruksi dari Kemensos melalui Dinsos menyampaikan bahwa aparat desa tidak perbolehkan mendata nama yang sudah ada dalam data base Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Alasannya, karena dari data yang sudah ada di dalam data base tersebut mereka akan bertanggung jawab memberikan BLT di luar bantuan yang bersumber dari DD, sehingga tidak terjadi nya tumpang tindih data.

Baca Juga:  Mengulas Istilah Agraria dari Pernyataan Prabowo Subianto

Apakah yang ada dalam data base DKTS sudah di salurkan bantuan nya?

Sudah, namun di beberapa desa ada yang belum semua tersalurkan ke masyarakat, dan yang sisanya belum diketahui sampai detik hari ini kapan menerima bantuan yang bersumber dari Kemensos tersebut

Inilah salah satu penghambat yang belum di ketahui oleh masyarakat.

Karena seandainya anggaran pemerintah desa ada, lalu ingin menyalurkan dana tersebut, sementara masyarakat yang namanya ada dalam DTKS belum semuanya menerima bantuan, mungkin potensi kegaduhannya akan lebih besar.

Kenapa saya tidak dapat, sementara tetangga saya dapat, apa saya bukan keluarga aparat desa?

Pasti itu kata-kata yang keluar dari mulut masyarakat di desa, sementara aparat desa seperti yang saya ulas di atas tadi. Bahwa aparat desa tidak boleh memberikan bantuan yang bersumber dari DD kepada masyarakat yang sudah ada dalam DTKS.

Baca Juga:  Pokok Masalah Atas Rancangan Undang Undang Pertanahan

Jadi inilah fakta yang terjadi di desa, saya ingin mengajak seluruh masyarakat di Indonesia memahami keadaan ini. Mudah mudahan ini bisa di pahami oleh kita semua.

Salam berdesa, dari desa membangun Indonesia.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top