Nasional

Dunia Akui Pemanduan Luar Biasa di Selat Malaka dan Selat Singapura

Dunia Akui Pemanduan Luar Biasa di Selat Malaka dan Singapura

Dunia Akui Pemanduan Luar Biasa di Selat Malaka dan Singapura

Bandar Lampung – Perjuangan panjang Indonesia melalui Kemenhub dalam meningkatkan keselamatan pelayaran, melindungi lingkungan maritim, serta memfasilitasi proses transit kapal yang aman di Selat Malaka dan Selat Singapura akhirnya berbuah manis dengan diterbitkannya Surat Edaran International Maritime Organization (IMO) Nomor SN.1/Circ.338 tentang Information Concerning The Availibility of Voluntary Pilotage Services in The Straits of Malacca and Singapore.

Dilihat dari laman Facebook Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, surat Edaran tersebut dikeluarkan oleh IMO dan diunggah di website resmi IMO pada Kamis, 30 April 2020, dimana isinya memuat tiga Negara Pantai menginformasikan kepada organisasi internasional dan masyarakat maritim bahwa layanan Pemanduan Luar Biasa atau Voluntary Pilotage Services (VPS) telah tersedia di Selat Malaka dan Selat Singapura sejak tanggal 1 Januari 2019 oleh para pilot yang disertifikasi oleh masing-masing pihak berwenang dari tiga negara pantai (Indonesia, Malaysia, Singapura). .

Baca Juga:  Hakordia 2018: Dari Festival Media Digital Pemerintah, Hingga Talkshow Perempuan Anti Korupsi

Pembahasan khusus mengenai agenda Pemanduan di Selat Malaka dan Selat Singapura dilakukan pada Sidang TTEG ke-41 di Yogyakarta pada tahun 2016, yang menyepakati Guidelines on Voluntary Pilotage Services in the Straits of Malacca and Singapore, dimana sebelumnya telah melalui beberapa kali seri pertemuan oleh ketiga negara pantai dalam rangka menyusun pedoman pandu luar biasa di Selat Malaka dan Selat Singapura tersebut.

Tiga Negara Pantai kemudian sepakat untuk membahas teknis kesiapan penyelenggaraan pandu di masing-masing negara dan menyampaikan draft Surat Edaran IMO yang berisi pemberlakuan VPS di Selat Malaka dan Selat Singapura kepada Sekretariat IMO untuk mendapatkan masukan dan persetujuan lebih lanjut.

Baca Juga:  Angkutan Lebaran 2019: Per 14 Juni, Total Pemudik 18,3 Juta Orang

Layanan Pemanduan Luar Biasa di Selat Malaka dan Selat Singapura, menurut Guideline yang disepakati, mencakup pemberian asistensi kepada Nakhoda Kapal oleh Pilot atau Pandu yang telah disertifikasi oleh Otoritas yang berwenang dari ketiga Negara Pantai di kedua Selat tersebut. (RH)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top