Bandar Lampung

Dugaan Persekongkolan di Balik Proses Lelang Konstruksi Rehab RSUD Pringsewu

Bandar Lampung – Tim investigasi dari Pegiat Anti Korupsi Persatuan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia menemukan dugaan persekongkolan dalam proses lelang pada kontruksi rehabilitasi gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Dinas Kesehatan, Kabupaten Pringsewu.

“Ada kejanggalan proses lelang yang dimenangkan oleh CV Al-Fatih adanya penambahan anggaran sebesar Rp 30 juta”, ungkap Mustofa Ali, Selasa, (22/09/2020).

Diduga kuat penambahan anggaran terjadi dalam tahapan negosiasi harga.

Hal itu, terjadi dalam tahapan lelang yang digelar oleh Kelompok Kerja (Pokja) di Unit Layanan Pengadaan (ULP) di ruangan Kabag Unit Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LPBJP) Kabupaten setempat.

“Yang tahu saat negosiasi harga, hanya, pokja dan direktur perusahaan penyedia (Al Fatih)”, ujar Mustofa Ali.

Baca Juga:  Ika Undip Lampung Lawan Diabetes Lewat Germas

Lebih lanjut Mustofa Ali menjelaskan, semula CV Al Fatih mengikuti proses lelang masuk tiga penawaran terendah di urutan ke Dua dengan nilai penawaran sebesar Rp 815 juta. Namun, dalam pemenang berkontrak nilainya berubah menjadi Rp 849 juta.

Sebelumnya, pihaknya melakukan kroscek di sejumlah laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten/Kota di seluar Indonesia. Bertujuan, mencari perbandingan. Apakah pernah terjadi proses serupa. Al Hasil, tidak ada satupun ditemukan.

“Hampir rata-rata pokja yang sudah kami temui untuk di mintai pendapat menjalankan, setiap negosiasi harga tidak pernah ada kenaikan melainkan harga yang ditawarkan oleh Dinas turun dari harga nilai pagu yang disajikan di laman LPSE”, bebernya.

Baca Juga:  129 Pejabat Fungsional Pemprov Lampung Dilantik

Maka dengan demikian, masih Kata Mustofa Ali, Diduga kuat Pokja berpihak kepada perusahaan penyedia kontruksi rehabilitasi gedung kelas tiga RSUD Pringsewu.

“Indikasi menguatkan Pokja membantu mengkoreksi item yang ditawarkan oleh CV Al Fatih dan Diduga kuat menambahkan nilai pagu yang ditawarkan penyedia dalam proses negosiasi”, tukasnya. (Red)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top