Daerah

Dugaan Korupsi Anggaran Pemakaman Covid-19 di Pringsewu

Pemakaman jenazah Covid-19/Ilustrasi

Suluh.co – Anggaran pemakaman jenazah Covid-19 di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, diduga dikorupsi.

Pasalnya, upah yang seharusnya diberikan kepada tukang gali kubur (Makam) sampai saat ini belum terealisasikan sepenuhnya.

Dalihnya, anggaran untuk tukang gali makam dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2021, Kabupaten setempat.

Namun faktanya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah melakukan 3 (Tiga) Kali transaksi pencairan untuk penanggulangan bencana Covid-19.

Data yang dimiliki, dari hasil cek and ricek di sejumlah stakeholder terukuak anggaran yang sudah dilakukan pencairan oleh BPBD setempat.

Di Tanggal 9, Juni, 2021. BPBD mencairkan nggaran sebesar Rp 56 juta, terus, di Tanggal 7, Juli, 2021 mencairkan nggaran sebesar Rp 45 juta. Kemudian, di Tanggal 26, Juli, 2021 BPBD mencairkan anggaran sebesar Rp 267 juta.

Indikasi dari 10 item tersebut yang dianggarkan, hanya anggaran tukang gali makam yang belum terealisasikan sepenuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pringsewu di duga main peta kumpat dalam pengelolaan anggaran Covid 19. Bahwa, ada 10 (Sepuluh) item kegiatan yang di anggarkan diperuntukan penanganan dan penanggulangan bencana tersebut.

Adapun 10 itu yakni untuk :

  1. Anggaran pengawas pemakaman yang terdiri dari BPBD ,TNI ,polri ,dan Dinkes
  2. Angaran untuk supir TRC
  3. Angaran untuk supir ambulan
  4. Angaran untuk petugas pemakaman
  5. Petugas pengali makam
  6. Biaya isolasi mandiri
  7. BBM kendaran ambulance
  8. BBM kendaran TRC
  9. BBM TNI /polri
  10. Disinfektan.

Cukup mengerikan, angka kematian akibat bencana tersebut, di Kabupaten setempat melonjak drastis hingga mencapai 420 jiwa meninggal akibat virus Covid 19.

Baca Juga:  Ketua Komisi I DPRD Pesawaran Minta Anggota Dewan Jalankan Tugas & Fungsi

Dari sekian banyak itu, BPBD setempat diduga kuat belum sepenuhnya merealisasikan anggaran untuk petugas penggali kuburan.

Hasil cek and ricek wartawan di sejumlah juru kunci pemakaman. Bahkan, media ini mewawancarai sejumlah warga yang terlibat dalam proses penggalian makam.

Gani Prastiyo, salah satu warga Tambah Rejo Barat (Tambah Sari) mengungkapkan, di Pekonnya, ada sekitar 9 orang yang di makamkan secara prosedur Covid-19.

“Dari 9 orang di lakukan secara gotong royong, karena, penggalian itu, kewajiban warga yang masih hidup. Adapun penggalian makam itu ada anggarannya sampai saat ini, kami sempat konfirmasi ke pihak juru kuci makam ditempatnya. Belum pernah menerima”, kata Gani Prastiyo, Rabu, 7 Sepetember, 2021.

Pihaknya, hanya ingin tahu soal kebenarannya terkait honor tukang gali makam, karena, dirinya dan masyarakat lainnya sangat ikhlas dalam penggalian makam. Karena, sudah menjadi kewajiban yang masih hidup.

Baca Juga:  Kementerian PUPR Lanjutkan Penataan Kawasan Kumuh Sakai-Sambaiyan di Pringsewu

“Jika itu memang benar adanya (Red-Gani), harus di berikan kepada si penerima hak,” pintanya kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Terpisah, Menurut Listianto juru kuci yang ikut dalam penggalian kuburan, pihaknya, sebagai petugas dilingkungannya di Dusun 4, Kelurahan Pringsewu Selatan. Dirinya mengaku, baru dua kali diberikan upah penggalian.

“Dua kali itu, untuk penggalian di Bulan Mei 2021. Itupun, diserahkan di Kelurahan dan melalui rekening Pak Bayan ditempatnya,” seloroh menjelaskan kebenarannya, Senin, 30 Agustus 2021 lalu.

Masih kata dia, ditempatnya sejak Bulan Mei hingga Bulan Juli yang makamkan secara prosedural Covid 19 ada sekitar 19 jiwa yang meninggal dunia.

Diberitakan sebelumnya, Upah tukang gali kubur untuk pemakaman bencana pasien Covid 19 yang meninggal dunia di Kabupaten Pringsewu patut di pertanyakan.

Pasalnya, sejak Januari 2021 hingga 31 Agustus 2021. di Kabupaten setempat. Jumlah paisen meninggal dunia akibat bencana Covid 19 mencapai 420 Jiwa.

Sampai per 31 Juli 2021 Anggaran yang di peruntukan gali kubur belum sepenuhnya terserap.

Menurut Kuncoro Sancoko, S.Sos Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten setempat menjelaskan, melonjaknya jumlah paisen meninggal dunia di Tahun 2021 diluar dugaan. Sehingga, sampai 31 Agustus pasien meninggal dunia mencapai 420 korban jiwa.

Baca Juga:  Edaran Satgas Covid-19 Soal Ketentuan Perjalanan Dalam Negeri Pada 9-25 Januari 2021

Saat di singgung anggaran tukang gali kubur, Kuncoro Sancoko di duga tidak transparan dalam memberikan penjelasan terkait upah yang di realisasikan.

Dalam penjelasannya, Senin, 6 Sepetember 2021. Kuncoro Sancoko mengatakan, upah penggalian kuburan sebesar Rp 1 juta.

“Dari jumlah 420 orang paisen, baru 135 penggalian makam yang di realisasikan (di cairkan). Alasannya, anggaran yang tidak memadai. Sisanya, di anggaran perubahan,” kilahnya.

Terpisah, Arif Nugroho, SE., MP, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pringsewu saat di konfirmasi menjelaskan, anggaran untuk penggalian kuburan sudah di cairkan hingga per Juli 2021.

“Jumlah yang di cairkan oleh dinas terkait sebesar Rp 267 juta,” tutupnya.

 

Reporter : FS/Saefudin/Bal

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top