Modus

Dua Penyelundup 114 Ribu Benur Lobster Diancam 6 Tahun

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, melakukan penangkapan lokasi penampungan dan pengemasan benih lobster/TS/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Dua pria warga Bengkunat, Lampung Barat, didakwa telah melanggar Undang Undang Perikanan, yang turut serta dalam jual beli bibit lobster dan diancam pidana maksimal kurungan  penjara selama 6 tahun.

Deden Hidayat dan Hendrik Munandar, didudukan bersama untuk mendengarkan pembacaan surat  dakwaan dari jaksa, atas perkara yang mereka lakukan.

Keduanya didakwa telah turut serta dalam perjual belian benih lobster dengan barang bukti sebanyak 114 ribu ekor, yang tidak sesuai dengan aturan – aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dengan ukuran, berat serta jenisnya.

Lobster yang sebanyak 114 ribu tersebut, diakui oleh kedua terdakwa adalah kepunyaan dari seorang bernama Nanang dan diketahui buron polisi tersebut adalah ayah kandung dari terdakwa Hendrik. Namun, telah melarikan diri meski sang anak ditangkap oleh pihak berwajib.

Baca Juga:  Propam Periksa 3 Polisi yang Buang Tembakan Saat Adat Begawi Lampung

Dihadapan majelis hakim, dua warga Bengkunat ini, menuturkan bahwa mereka hanya berperan sebagai pengemas benih lobster, dengan menerima upah per harinya sebesar Rp100 ribu dan tidak mengetahui kemana benih tersebut akan dijual.

Dalam sidang kali ini, jaksa pun akhirnya menjerat keduanya menggunakan pasal 88 junto pasal 16 ayat 1  dan pasal 86 junto pasal 12 ayat 1, UU Nomor 31 tahun 2004, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 45 tahun 2009, tentang perikanan, junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, dengan ancaman kurungan penjara paling lama 6 tahun dan denda paling maksimal sebanyak Rp1,5 miliar.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top