Modus

Dua Pemuda di Pringsewu Nekat Gagahi Wanita 40 Tahun

Para pelaku rudapaksa diamankan Polsek Pringsewu Kota/Istimewa

PRINGSEWU – Meski sudah mendapatkan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA), pusaran kekerasan kerap terjadi terhadap ibu dan anak di Kabupaten Pringsewu.

Kini kembali terulang, kejadian kekerasan tersebut, terhitung dari hasil penangkapan para pelaku kekerasan yang berhasil diungkap oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Pringsewu.

Entah apa yang menjadi penyebab dan yang merasuki isi otak para pelaku kejahatan kekerasan seksual terhadap ibu dan anak di Kabupaten Pringsewu.

Dalam kurun waktu lebih kurang satu bulan terakhir, empat orang pelaku kejahatan seksual berhasil di amankan ditempat berbeda. Yakni, di wilayah hukum Polsek Pringsewu Kota dan Polsek Sukoharjo, Polres Pringsewu.

Baru baru ini, kembali terulang di Kabupaten setempat, kejadiannya pada Kamis (2/7) kemarin.

Para pelaku rudapaksa dengan inisial Sus (29) dan Pur (22) keduanya merupakan warga Pekon Fajar Agung Barat, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, yang berprofesi sebagai buruh, berhasil dibekuk Jajaran Unit Reskrim Polsek Pringsewu Kota hanya berselang beberapa jam setelah melakukan perbuatan terkutuknya.

Kapolsek Pringsewu Kota Kompol Basuki Ismanto, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, mengatakan, bahwa ditangkapnya kedua pelaku tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan pengaduan Darti (40) (disamarkan).

Baca Juga:  Water Canon Disiagakan Jelang Aksi Massa di DPRD Pringsewu

Darti melapor ke Polsek Pringsewu Kota sekira Pukul 08.00 WIB, dalam laporanya korban menjelaskan, kejadian peristiwa pemerkosaan itu, berlangsung sekira Pukul 00.30 WIB yang menimpa dirinya dan dilakukan kedua tetangganya.

Kompol Basuki Ismanto menceritakan kronologis kejadian pemerkosaan terhadap korban.

Menurut Darti, saat itu ia sedang tidur. Kemudian, dirinya terbangun karena merasa ada yang masuk kedalam kamarnya. Darti pun langsung terbangun karena melihat ada seseorang laki-laki yang telah ia kenal yaitu Sus.

Karena kaget, Darti pun berusaha berteriak untuk minta tolong, akan tetapi, saat sedang berteriak tersebut tiba-tiba pelaku Sus langsung membekap mulut korban dengan menggunakan tangan.

Selanjutnya, Darti diangkat oleh pelaku Sus ke ruang tengah yang oleh pelaku sudah digelarkan tikar.

Lebih lanjut Kapolsek mejelaskan, dalam posisi terbaring dan terlentang serta mulut dibekap. Kemudian, pelaku Sus tersebut langsung melancarkan aksi bejatnya secara paksa dengan mengangkat baju daster dikenakan Darti.

Baca Juga:  Berdalih Dipermalukan, Odi Pukuli Pacar

Tidak hanya sampai disitu saja, kata Kompol Basuki, pelaku Sus pun berusaha melepas celana dalam dan BH korban.

Pada saat itu, Darti pun berusaha berontak dan berteriak untuk meminta tolong, apalah daya Darti pun tidak melapaskan diri dari dekapan pelaku Sus. Karena tenaga pelaku tersebut sangat kuat maka korban menjadi tidak berdaya.

“Disaat itulah korban Darti tidak berdaya untuk melawan dan akhirnya pelaku melakukan pemerkosaan terhadapnya, lebih kurang kejadian itu dengan jeda waktu kurang lebih 5 menit,” ungkapnya.

Setelah pelaku Sus selesai melakukan aksi bejatnya, tiba-tiba datang pelaku Pur, yang kemudian bergantian berusaha melakukan perkosaan terhadap Darti.

Darti pun kembali berusaha berontak dan berteriak meminta tolong tetapi kembali dibekap mulutnya oleh pelaku Pur, dan di dalam kondisi tidak berdaya tersebut, Darti pun digagahi oleh pelaku Pur dengan jeda waktu kurang lebih 30 menit.

Karena mendengar ada suara gaduh, anak kandung Darti pun terbangun dan menghampiri sumber suara yang ia dengar yang terletak di ruang tengah rumahnya.

“Melihat anak Darti bangun, pelaku Sus langsung mengejar dan membekap mulut anak korban. Karena panik, kedua pelaku berlari melarikan diri,” bebernya.

Baca Juga:  Swakelola di Mesuji Potensi Korupsi, 74 Juta Disebut Hadiah

Sementara itu, dihadapan petugas kedua pelaku mengakui, bahwa benar yang telah melakukan pemerkosaan terhadap korban Darti.

Sebelum melakukan aksi pemerkosaan, kedua pelaku telah meminum minuman jenis tuak yang dicampur dengan miras jenis vigur didekat RSUD Pringsewu. Dalam kondisi terpengaruh minuman keras tersebut, kemudian kedua pelaku bersepakat melakukan pelampiasan hasrat bejatnya untuk pemerkosaan terhadap Darti.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku di jerat dengan Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.(DIN/SPY)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top