Daerah

DPRD Kota Pejuang, Minta Pemkab Kembalikan Monumen Tentara Pelajar

Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Dion Agasi Setiabudi/Mas

Suluh.co – Polemik Kawasan monumen Tentara Pelajar (TP) di Kabupaten Purworejo yang kini dikenal sebagai Kota Pejuang terus bergulir.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, mendorong dan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo agar dapat segera mengembalikan Patung Garuda Pancasila di puncak pilar Monumen Perjuangan Tentara Pelajar (TP) seperti semula.

Hal itu ia sampaikan usai memimpin forum audiensi dengan mengundang pihak eksekutif dan sejumlah elemen masyarakat terkait polemik renovasi monumen tersebut, di Ruang Rapat Komisi IV DPRD Purworejo, Kamis (28/1).

“Dari hasil forum tadi kita menyatakan sikap bahwa kita mendorong dan mendesak dalam hal ini pemkab melalui bupati untuk segera mengembalikan, menempatkan patung garuda dalam posisi yang paling tinggi dalam penempatan di taman yang berada sebelah selatan Gedung DPRD ini,” kata Dion.

Baca Juga:  D'Ayam Crispy, Makan Enak Murah di Alun-alun Purworejo

Lanjutnya, DPRD juga akan segera mengirimkan surat rekomendasi secara resmi kepada Bupati.

“DPRD juga meminta agar OPD-OPD terkait dapat menyelesaikan secara teknisnya sesegera mungkin,” ucapnya.

Dion menegaskan, bahwa keputusan dan sikap yang dikeluarkan DPRD kali ini tidak memiliki tendensi politik apapun, khususnya pasca kontentasi Pilkada 2020.

Keputusan itu murni menjadi tindak lanjut atas adanya aspirasi masyarakat luas. Terlebih, dalam forum tersebut DPRD mengundang perwakilan masyakat secara kelembagaan alias bukan individual.

“Dan saya kira ini masya secara umum yang memberikan masukan, baik teman-teman KMPP, pegiat seni, veteran, dan sebagainya. Apalagi Garuda Pancasila ini kan bukan hanya milik saah satu partai politik, tapi adalah lambang seluruh masyarakat Indonesia, Negara Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga:  Dinas PUPR Tubaba Minta Pemprov Lampung Percepat Perbaikan Jembatan Way Towi

Terkait penganggaran penganggaran untuk mengembalikan patung di monumen tersebut, Dion menyatakan sangat memungkinkan diperkirakan tidak akan menelan biaya yang besar.

“Karena rekomendasi kita kan hanya pemindahan terlebih dahulu. Terkait nanti mau kemudian diperbaiki, dibagusin lagi, atau patung garudanya dibesarkan, itu kan perkara nanti. Bisa di anggaran perubahan 2021 atau di pembahasan APBD 2022. Kalau hanya pergeseran saya kira kan tidak menelan biaya terlalu banyak, dengan biaya pemeliharaan saja kan cukup,” tandasnya.

Dalam forum tersebut diketahui bahwa penggantian patung garuda merupakan kegiatan pekerjaan Dinas LH.

Kepala Dinas LH AL Bambang Setiyawan, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa penggantian Patung Garuda menjadi Patung SD menggunakan anggaran pemeliharaan tahun 2020.

Terkait besaran anggarannya, pihaknya belum dapat menyebut secara rinci karena menjadi kesatuan dengan anggaran pemeliharaan taman kota se-Kabupaten Purworejo.

Baca Juga:  Partinia Mabsus Cek Keseriusan Gerakan Literasi Sekolah di Lambar

Sementara pembangunan patung-patung baru yang serupa dengan monumen Perjuangan TP di sebelah selatannya, menggunakan anggaran CSR dari Bank Purworejo.

Lepas dari itu, pihaknya menyatakan bahwa Dinas LH siap menindaklanjuti DPRD setelah ada keputusan dan instruksi resmi dari Bupati Purworejo.

“Nanti kan ada rekomendasi, nanti kita akan tindak lanjuti setelah itu,” jelasnya.

Reporter : Mahestya Andi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top