Bandar Lampung

Doa Polisi yang Belum Terkabul di Balik Kasus OTT Dinas PTSP Pemprov Lampung

Doa Polisi yang Belum Terkabul di Balik Kasus OTT Dinas PTSP Pemprov Lampung
Doa Polisi yang Belum Terkabul di Balik Kasus OTT Dinas PTSP Pemprov Lampung

Ilustrasi.

Suluh.co – Masih ingat kasus korupsi yang ditangani Satuan Reserse Kriminal pada Polresta Bandar Lampung ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu [DPM-PTSP] Pemprov Lampung?

Kasus yang berawal dari Operasi Tangkap Tangan [OTT] pada 29 September 2020 ini, masih berada pada tahap penyidikan oleh kepolisian.

Ada sejumlah orang yang ditetapkan sebagai tersangka berkaitan dengan dugaan pemerasan pengurusan Surat Izin Pengusahaan Air Tanah [SIPA] ini. Di antaranya, NY [Nirwan Yustian] dan EE [Edi Effendi].

NY diketahui menjabat sebagai Kabid Pelayanan dan Perizinan dan Non Perizinan A. Sedangkan EE adalah seorang staff pada Bidang Pelayanan dan Perizinan dan Non Perizinan A.

Pihak kepolisian menduga, kedua tersangka telah melakukan pemerasan kepada masyarakat yang ingin mengurus penerbitan SIPA. Setidaknya polisi juga menyita barang bukti uang diduga hasil dari pemerasan senilai Rp 25 juta. Saat ditemukan, uang itu disimpan dalam saku celana tersangka EE.

Polisi menduga tersangka NY telah melanggar ketentuan pada Pasal 12 huruf e UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, pihak kepolisian menduga tersangka EE telah melanggar ketentuan hukum pada Pasal 12 huruf e UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 56 KUHP.

Ada Doa yang Belum Terkabul

Sejak masuk ke dalam tahap penyidikan pada 30 September 2020, kasus ini sudah berulangkali dinyatakan tidak lengkap atau P-19 oleh pihak jaksa peneliti dari Kejaksaan Negeri Bandar Lampung. Pernyataan ini muncul dari informasi yang diperoleh Suluh.co lewat sumber terpercaya.

Kabar di atas tersebut sebenarnya bukan isapan jempol belaka. Reporter Suluh.co pada Sabtu malam, 26 Desember 2020 menghubungi Kepala Satuan Reserse Kriminal pada Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana.

Ia mengatakan, ”[jaksa peneliti menyatakan berkas_read] belum lengkap. Masih dikoordinasikan kelengkapannya”.

Pada saat kasus ini diekpose, Kompol Resky Maulana sempat ditanyakan reporter Suluh.co, mengenai proses pelengkapan berkas kasus hingga dinyatakan lengkap atau P-21. Dalil pertanyaan ke Kompol Resky Maulana bukan tak berdasar, sebab kasus ini terungkap berkat OTT.

Saat mendapat pertanyaan itu, Kompol Resky Maulana mengucapkan harapan dan doanya. “Secepatnya P-21 ya?” tanya reporter Suluh.co waktu itu.

“Insya Allah mudah-mudahan. Doakan jaksa, doakan jaksanya,” ucapnya saat itu, 30 September 2020.

Menanggapi hal ini, kepada reporter Suluh.co, Praktisi Hukum di Lampung Sukriadi Siregar mengeluarkan pernyataannya dengan nada ketus. Ia beranggapan tak ada hal yang perlu ditanggapi dalam perjalanan kasus tersebut.

“Apa yang mau ditanggapin atas penjelasan perjalanan kasus ini. Yang saya tangkap poinnya adalah, ada doa yang diucapkan. Maka dari itu, mari kita bersama-sama mendoakan jaksa. Seperti ucapan doa pihak kepolisian,” ucapnya saat dihubungi reporter Suluh.co, Sabtu malam.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top