Daerah

Dituding Pungli oleh Sumber Berita Tak Jelas, Kepala Sekolah ini Bakal Beri Somasi

Mardiana Tanjung, Kepala SMA Muhammadiyah 1 Kota Agung, Tanggamus/Istimewa

TANGGAMUS – Merasa dipojokkan oleh salah satu media online yang menuding telah melakukan pungutan liar (pungli). Mardiana Tanjung, Kepala SMA Muhammadiyah 1 Kota Agung, mempertimbangkan untuk melakukan somasi terhadap media tersebut.

Pasalnya, sumber dari pemberitaan tersebut tidak jelas, selain itu, klarifikasi atau hak jawab dirinya di media itu juga tidak dimuat.

Untuk diketahui, sumber dalam pemberitaan salah satu media online yang tidak disebutkan namanya mengutarakan bahwa Ijazah anaknya yang sekolah di SMA Muhammadiyah 1 Kota Agung, belum diterima lantaran dimintai iuran.

Disampaikan oleh Mardiana ke redaksi, bahwa hal tersebut tidak benar.

“Kalaupun ada urusan administrasi yang belum diselesaikan. Biasanya adalah kekurangan pembayaran bantuan bea pendidikan yang tidak sama pemahamannya dengan iuran atau pungutan untuk menebus iajzah,” jelas Mardiana, Selasa (7/4).

Baca Juga:  Pemkab Tanggamus Dituntut Atasi Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan

Mardiana mengaku, bahwa ada salah satu wartawan menghubunginya untuk mengkonfirmasi soal tersebut.

Justru dirinya membantah atas informasi yang disampaikan oleh wartawan. Karena memang pihak sekolah tidak pernah melakukan pungutan terkait dengan ijazah.

“Memang ada beberapa hari lalu salah seorang wali murid menghubungi saya untuk mengambil Ijazah anaknya. Tapi saya menjelaskan bahwa situasinya hari ini belum memungkinkan karena ada imbauan pemerintah terkait pandemi corona. Lugasnya saya sampaikan ke wali murid tersebut. Nanti aja ya kalo sudah masuk,” ungkap Mardiana.

Ditambahkan Mardiana, saat wali murid itu menghubungi, dirinya meminta agar menunda hal tersebut.

Kepada Redaksi, ia menjelaskan, jika memang mendesak, Ia pun membolehkan saja, asal saat nanti bertemu tetap menjaga jarak.

Baca Juga:  IKA FISIP Unila Salurkan Donasi Anak Korban Tsunami di Kaki Gunung Rajabasa

“Murid yang bersangkutan pun sudah kami hubungi agar mengambilnya ke sekolah hari ini atau besok. Tetapi belum ada respon dari pihak mereka, baik dari si anak maupun wali muridnya,”

“Wartawan yang menghubungi saya pun sudah kami konfirmasi untuk datang ke sekolah besok pukul 08.00 WIB. Hanya saja, kami menyesalkan apa yang ada dalam pemberitaan tersebut tidak sesuai dengan fakta sesungguhnya,” jelas Mardiana.(DEN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top