Ekonomi

Ditengah Pandemi Mencekat, Proyek Padat Karya Kemen-PUPR di Lampung Pekerjakan Warga Setempat

Pekerja infrastruktur proyek padat karya pada Satuan Kerja Non Vertikal I dan II Provinsi Lampung, Ditjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Mereka mengaku senang. Foto dibidik Selasa (13/4/2021). | Muzzamil

Suluh.co — Wagianto, salah satu pekerja konstruksi asal Lampung yang ikut dilibatkan didalam pelaksanaan kegiatan pekerjaan skema padat karya pada Satuan Kerja Non Vertikal (SNVT) I dan II Provinsi Lampung, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR), senang.

Betapa tidak, situasi serba sulit gegara landa wabah pandemi global COVID-19 sejak mula ditemukenali kasus konfirmasi positifnya di Indonesia pada 2 Maret 2020 lalu, hingga antiklimaks ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai bencana nasional nonalam pada 13 Maret 2020 itu hingga saat ini belum ada tanda-tanda bakal berakhir.

Sebab itu, dapat tetap terus bekerja demi menafkahi keluarga ditengah krisis ekonomi yang terus diupayakan pemulihannya oleh pemerintah, hanya ada satu kata tersebut yang dapat Wagianto ungkapkan. Senang!

“Dengan kami warga lokal dilibatkan dalam pekerjaan ini, merasa senang dan kami bisa menyambung hidup yang lagi tidak bagus akibat masa pandemi seperti ini. Semoga Kementerian PUPR dan pelaksana kegiatan bisa terus adakan jenis pekerjaan seperti ini,” ujar dia di salah satu sudut titik lokasi proyek kementerian pimpinan Basuki Hadimuljono ini, di Lampung, Selasa 13 April 2021 lalu.

Baca Juga:  Erlangga Wakili Lampung di Ajang Karya Tulis Nasional

Wagianto, satu dari ratusan warga tenaga kerja lokal lainnya yang dilibatkan secara aktif oleh Kemen-PUPR melalui SNVT I dan II Provinsi Lampung, Ditjen Bina Marga.

Diketahui, inisiasi Kemen-PUPR untuk turut menitikberatkan pemberdayaan tenaga kerja lokal asal domisili KTP sekitar lokasi proyek kegiatan yang bersumber pagu APBN 2021 tersebut, langsung dikontani dengan efek kejut positif yang nyata bagi warga.

Bak oase ditengah padang tandus, pelibatan aktif warga lokal alih-alih dalam situasi sulit pandemi hingga saat ini terbukti turut menjadi juru selamat agar dapur mereka tetap ngebul, nafkah anak istri tercukupi.

Usut punya usut, digiatkannya penggalangan warga lokal setempat, ternyata bukan cuma sebatas sebagai tenaga kerja saja. Oh ya? Penelusuran, juga ada yang dilibatkan jadi penyedia material proyek.

Baca Juga:  Tak Akui Oso Sebagai Ketum DPP Partai Hanura, Benny Uzer: Satu Kata Untuk Kader, Ya PAW

“Tak lepas dari arahan teknis Kemen-PUPR dalam hal ini Direktorat Jendral Bina Marga, SNVT I dan II Lampung. Agar berdayakan pekerja lokal, bahkan pengadaan material lokal,” ujar sebuah sumber resmi yang entah mengapa menolak disiarkan identitasnya.

Bukan klaim sepihak atau pepesan kosong, nampak dari aktivitas fisik Paket Pekerjaan 2.4 Kemen-PUPR Tahun Anggaran 2021 yang meliputi pekerjaan padat karya, pengendalian tanaman, pembuatan drainase, pemeliharaan kinerja jembatan untuk wilayah Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Utara, sebagian Lampung Barat dan Way Kanan.

Begitupun juga, dengan pekerjaan sejenis pada Paket Pekerjaan 1.1 untuk wilayah Kabupaten Tulang Bawang dan Mesuji.

Meski demikian, seperti diterangkan oleh Iwan, selaku pihak pengawas pekerjaan dari PPK Paket Pekerjaan 2.4 tersebut, inisiasi pelibatan tenaga kerja lokal ini sama sekali tidak melupakan pengawasan pekerjaan di lapangan, agar kualitas proses dan hasil dari pekerjaan tak menyalahi aturan.

Baca Juga:  1.823 Orang di Provinsi Lampung Masuk Pemantauan Virus Corona

“Masa pandemi ini, paket kegiatan di Kemen-PUPR lebih mengedepankan pekerjaan padat karya dengan mempekerjakan tenaga lokal. Agar apa, agar ada stimulus ekonomi bagi masyarakat sekitar yang sekiranya apa, bisa dirasakan langsung oleh warga. Namun dari kami di sisi pengawasan proses dan kualitas hasil kerja dari pelaksana di lapangan tetap tegak lurus dilakukan sesuai prosedur yang ada di Kemen-PUPR,” lugasnya, di lokasi.

Ditanya total jumlah warga tenaga kerja lokal di kedua wilayah kerja itu, Iwan didampingi Andika mewakili PPK Paket Pekerjaan 1.1 Kemen-PUPR menyebut dari kalkulasi timnya ada sekitar 500-an orang. “Spesifikasi jenis pekerjaannya beragam,” kompak keduanya, kesempatan hari yang sama.

 

Reporter : SUL/Muzzamil

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top