Modus

Ditanya Soal Dana Sisa, Oknum Kades di Mesuji Ancam Cekik Leher Jurnalis

Kepala desa/Ilustrasi

MESUJI – Oknum Kepala Desa (kades) di Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Mesuji, berinisial WO, diduga menghina dan mengancam jurnalis.

Selain itu, kades tersebut juga meremehkan profesi seorang wartawan.

Kejadian bermula saat awak media mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa ada oknum kades yang diduga membagikan dana atau uang selain gaji dari penghasilan tetap (Siltap) kepada para aparatur desa.

Mulai dari  Linmas (perlindungan masyarakat), RT (rukun tetangga), RW (rukun warga),dan Ketua BPD (badan permusyawaratan desa) yang bila di total jumlahnya mulai dari Ketua RT 01 sampai dengan Ketua RT 15, dan Ketua RW 01sampai dengan ketua RW 05, Linmas yang yang beranggotakan 5 orang, juga Ketua BPD, nilainya sudah mencapai angka puluhan juta rupiah, belum termasuk para aparatur yang lainya.

Baca Juga:  Besok, Jokowi Resmikan Tol Lampung - Sumsel

Berdasarkan temuan dan bukti rekaman langsung dari masyarakat serta beberapa aparatur, oknum kades saat dikonfirmasi terkait kejelasan asal dana tersebut selalu mengalihkan pembicaraan.

Lalu pada Sabtu (4/1) kemarin, awak media menemui sekretaris desa (sekdes) guna mengklarifikasi benar atau tidaknya kabar itu.

Tetapi saat Sekdes berinisial RO ini menerima panggilan telepon dari kades yang di loudspeaker, ucapan yang dilontarkan seolah merendahkan profesi wartawan.

“Omongne, lek arep di unggahne ben di unggahne wae lek pengen koe di pitet gulune karo pak lurah omongono. (Bilang lah kalau mau di naikan biar di naikan saja, (pemberitaan) kalau ingin kamu di cekik lehermu sama Pak Kades),” ketus oknum kades tersebut dengan nada tinggi menggunakan logat Jawa.

Baca Juga:  Imbas Surat Palsu, KPK RI Utus Deputi Pengawas di Lampung

Selain itu, dipanggilan masuk untuk kesekian kalinya melalui handphone milik Sekdes dan juga di loadspeaker, kades tersebut tidak hanya mengancam tetapi juga melontarkan bahasa yang tidak pantas sebagai seorang pemimpin desa.(NNG/MD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top