Daerah

Disdikbud Buat Malu Pemkab, DPRD Lamteng Segera Panggil M. Kusen

Rosim Nyerupa, Ketua Serikat Mahasiswa dan Pemuda Lampung/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Kebijakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Tengah (Lamteng), terkait pemindahan rekening gaji guru PNS, terus mendapatkan sorotan dari masyarakat dan aktivis muda.

Salah satunya, dari Serikat Mahasiswa dan Pemuda Lampung (Simpul).

Rosim Nyerupa, Ketua Simpul Lampung, menyayangkan kebijakan yang dianggapnya tidak sesuai dengan asas penyelenggaraan pemerintahan yang baik itu dikeluarkan.

Ia menilai kebijakan tersebut jika dijalankan justru bisa membuat malu Pemerintah Kabupaten Lamteng.

Dimata publik khususnya, pihak yang diajak bermitra dalam menjalankan program yang diperuntukkan bagi masyarakat seperti kerjasama dalam proses pencairan gaji guru PNS dengan Bank BRI.

“Pencairan gaji guru selama ini kita ketahui melalui Bank BRI. Kenapa Bank BRI ? Karena keputusan Pemerintah Daerah melalui Disdikbud Lamteng,”

“Saya kira keputusan memilih Bank BRI sebagai Bank yang diajak kerjasama dalam pencairan penggajian para guru PNS pasti dipilih dengan keputusan yang telah matang diawal dengan berbagai kajian yang mempertimbangkan berbagai aspek,” papar Rosim.

Misalkan, aspek keterjangkauan dan lain sebagainya.

Dalam membangun mitra kerjasama, lembaga pemerintahan biasanya membuat suatu MoU sebagai bentuk kesepakatan yang harus dijalankan dan dipenuhi.

Pasti ada MoU antara kedua belah pihak, Meski secara gamblang kita tidak mengetahui seperti apa MoU yang disepakati antara Disdikbud dengan Bank BRI.

Namun pada prinsipnya tidak lepas dari simbiosis mutualisme.

Baca Juga:  Penembak Anggota Polisi Ini Tewas di Tangan Tekab 308 Polda Lampung

“Nah, jika ada MoU dilanggar atau tidak dijalankan misalnya atau jangka kerjasama telah habis, suatu hal yang wajar jika kebijakan semacam itu dikeluarkan. Inikan tidak masuk akal jika ditanya kenapa dipindahkan sementara MoU mereka terjalin sudah berjalan lama ?,” kata Rosim.

Hak progretip kepala dinas dengan alasan demi memperlancar proses penggajian guru. Kalau dalam keberjalanannya ternyata masih dalam koridor yang mereka sepakati antara kedua belah pihak, bisa saja membuat malu pemkab dimata publik khususnya dengan pihak yang diajak kerjasama tadi.

Disamping itu juga, lanjut Rosim, secara tersirat dalam proses kerjasama, lembaga pemerintahan dan pihak yang membangun kerjasama memiliki beban moral.

Dimana masing-masing institusi didorong harus mampu menciptakan suasana yang kondusif. Sehingga dalam melakukan kerjasama dapat menjaga nama baik dan komitmen yang telah dibangun.

Dia menyebut, sikap Kadisdikbud Lamteng, M. Kusen, terlalu reaktif memindahkan rekening penggajian guru PNS dari Bank BRI ke Bank BNI,sehingga terkesan emosional.

Diapun menyarankan Bupati Lampung Tengah, Loekman Djoyo Soemarto untuk melakukan evaluasi secara konverhensif dari berbagai aspek.

Dalam hal ini, uniknya kebijakan yang dikeluarkan oleh M. Kusen terkesan secara sepihak apalagi dengan Bank BRI selama ini tidak ada soal yang kita dengar mencuat ditelinga publik.

“Saya kira dalam membangun kerjasama juga masing-masing punya beban moral, Dimana mereka harus mampu menciptakan suasana yang kondusif dan menjaga nama baik institusi masing-masing,”

Baca Juga:  Cuaca Buruk, 15 Perahu Nelayan Rusak dan Tenggelam

“Kebijakan itu terlalu reaktif sehingga terkesan emosional tidak mengedepankan etika seorang pejabat publik, Motif apa yang mendasari ?. Kita menyarankan agar pak Bupati mengevaluasi secara konverhensif dari berbagai aspek,” papar aktivis pemuda yang saat ini menjabat sebagai Ketua Forum Silaturahmi Muli Mekhanai Lampung Tengah.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi IV DPRD Lamteng, I Kadek Asian Nafiri, angkat bicara.

Ia mengaku belum mengetahui secara detail mengenai hal tersebut.

“Saya belum tahu hal tersebut, apakah sesuai dengan aturan perundangan atau kebijakan (kepala dinas). Kalau ada kebijakan akan saya protes,” ujarnya, Kamis (23/1) lalu.

“Saya akan segera berkoordinasi dengan ketua dan juga teman-teman di Komisi I dan II, serta melakukan pemanggilan terhadap kepada dinas pendidikan untuk membahas hal tersebut,” tambah Kadek.

Menurut politisi PDIP itu, apabila dalam hal pemindahan rekening tersebut ada aturan perundangan, dengan alasan lebih mempermudah PNS, dia akan mendukung.

“Tapi kalau justru mempersulit, akan kita kaji ulang,” jelas Kadek.

Seharusnya, lanjut dia, apapun bentuknya terkait rekening gaji, akan lebih mudah apabila menggunakan BRI.

Kalaupun akan dilakukan pemindahan, lebih baik ke Bank Rajasa milik Pemkab Lamteng.

“Akses BRI itu lebih mudah, setiap kecamatan ada. Kalaupun mau pindah, apa tidak ke Bank Rajasa saja, BUMD kita sendiri,” jelas Kadek.

Sementara, Rosim Nyerupa mengapresiasi respon cepat anggota DPRD setempat, Dia menyebutkan jika tidak tidak DPRD dan Bupati Lampung Tengah tidak segera mengevaluasi kebijakan tersebut, Pihaknya akan turun kejalan melakukan aksi demonstrasi.

Baca Juga:  ASN Lamsel Diminta Lakukan Pembenahan dalam Bekerja

“Kita mengapresiasi respon cepat anggota DPRD. Respon cepat tersebut merupakan salah satu bukti kesadaran mereka sebagai wakil rakyat jika tengah dihadapkan suatu persoalan,”

“Kita berharap DPRD dan Bupati dengan segera memanggilkan Kadisdik dan mengevaluasi kebijakan tersebut. Jika tidak kita akan turun demontrasi dijalan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah,” tegas Rosim.

Mengutip paragraf puisi Wiji Tukul, Jika rakyat pergi. Ketika penguasa pidato. Kita harus hati-hati. Barangkali mereka putus asa. Kalau rakyat bersembunyi. Dan berbisik-bisik. Ketika membicarakan masalahnya sendiri. Penguasa harus waspada dan belajar mendengar.

Bila rakyat berani mengeluh. Itu artinya sudah gawat. Dan bila omongan penguasa. Tidak boleh dibantah. Kebenaran pasti terancam.

“Apabila usul ditolak tanpa ditimbang. Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan.Dituduh subversif dan mengganggu keamanan. Maka hanya ada satu kata: lawan!,” tegas Rosim.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top