Bandar Lampung

Diperiksa Kejagung Soal Korupsi KONI, Bustami Zainudin: Nama Saya Dicatut

Jejak Suami Calon Wakil Bupati Way Kanan Rina Marlina di Kasus Korupsi KONI Pusat
Jejak Suami Calon Wakil Bupati Way Kanan Rina Marlina di Kasus Korupsi KONI Pusat

Bustami Zainudin.

Suluh.co – 18 Juni 2020 lalu, anggota DPD RI Bustami Zainudin menjalani pemeriksaan di Kejagung. Dia diperiksa berkait dengan dugaan korupsi bantuan dana hibah kepada KONI Pusat di Kemenpora Tahun Anggaran 2017.

Saat itu ia menjalani pemeriksaan sebagai Wakil Sekretaris Jendral [Wasekjen] Pengurus Besar [PB] Persatuan Judo Seluruh Indonesia [PJSI].

Belakangan diketahui, pemeriksaan itu merupakan tindak lanjut yang harus dilakukan Kejagung berdasarkan surat dari Badan Pemeriksa Keuangan [BPK] pada 8 Mei 2020. BPK menilai, ada beberapa keterangan yang dirasa perlu untuk dilengkapi berkait dengan persoalan tersebut. Nah, suami dari calon Wakil Bupati Way Kanan Rina Marlina ini, menjadi bagian dari tindak lanjut surat BPK itu.

Baca Juga:  Besok, Bappenas Helat Dialog ke-2 Pemindahan Ibu Kota Negara

Sabtu, 17 Oktober 2020, Bustami Zainudin memberikan penjelasan ringkas soal peristiwa pemeriksaan dirinya itu.

Bustami Zainudin mengatakan, salah seorang terdakwa dari perkara korupsi KONI Pusat telah memberikan keterangan kepada penyidik yang isinya mengenai bantuan dana ke PB PJSI.

“Bahwa semua Pengurus Besar PJSI itu memang rata-rata dicatut namanya oleh si terdakwa. Karena ini kan berkait dengan bantuan KONI Pusat. Jadi nama-nama kita itu dicatut. Jadi mau nggak mau, nama kita harus muncul karena nama kita kan pejabat utama di organisasi olahraga kita. Gitu loh,” terang Bustami.

Pencatutan nama yang diklaim dia tadi, memang berujung pada pemeriksaan yang dijalani di Kejagung.

Baca Juga:  Perkaya Substansi RPJMD 2019 - 2024, Gubernur Terapkan Asas Partisipatif

“Iya sudah jalani pemeriksaan. Seluruh Sekretaris Jendral [Sekjen] itu dipanggil. Jadi seluruh Sekjen PB itu dipanggil. Namanya diklarifikasi,” kata Bustami.

Kalau Sekjen yang dipanggil, lalu mengapa Bustami Zainudin sebagai Wasekjen yang harus diperiksa Kejagung?

“[Dana hibah_red] Dari KONI itu dibagikan ke PB, termasuk ke PB PJSI, persatuan judo. Kita diminta klarifikasi dari PB PJSI. Yang dipanggil saya. Saya Wakil Sekjen yang hadir, mewakili Sekjen,” ungkapnya.

Penulis: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top