Bandar Lampung

Dilarang Aksi, Mahasiswa Unila Kecam Menristekdikti

Rektor Universitas Lampung, Hasriadi Mat Akin/JO/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Aksi mahasiswa dan pelajar menolak Rancangan Undang Undang (RUU) kontroversial terjadi di sejumlah wilayah.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, meminta rektor memberitahu mahasiswa agar tidak turun ke jalan dan mengedepankan dialog.

Kemenristekdikti akan memberikan sanksi kepada rektor yang ikut menggerakkan mahasiswa melakukan demonstrasi.

Permintaan Kemenristekdikti mendapatkan kecaman dari Presiden Mahasiswa Universitas Lampung (Unila), Fajar Agung Pangestu.

Dalam pernyataan sikapnya, Fajar Agung Pangestu, siap memberikan sanksi balik kepada Kemenristekdikti dengan mengosongkan ruang kuliah.

Menanggapi imbauan Kemenristekdikti, untuk memberitahu mahasiswa agar tidak turun ke jalan, Rektor Unila, Hasriadi Mat Akin, mengaku aksi demonstrasi mahasiswa tanpa izin pihak rektorat.

Baca Juga:  Wali Kota Herman HN Bantah Akomodir ASN Ikut Kampanye Capres Jokowi

“Aksi demonstrasi mahasiswa merupakan hak konstitusional selama tidak anarkis dan melenceng dari tujuan,” kata Hasriadi, Jumat (27/9).

Aksi turun jalan menolak RUU kontroversial juga dilakukan pelajar SMK.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat imbauan agar pelajar tetap menjalankan proses belajar mengajar di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Sulpakar, menjamin tidak ada pelajar di Lampung yang turun ke jalan.

“Disdikbud sudah meminta guru-guru di sekolah tetap menjalankan tugasnya dengan baik, agar siswa tetap berada di kelas,” jelas Sulpakar.(JO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top