Bandar Lampung

Di Balik Klaim Slamet Petok Bagian II

Riwayat Slamet Riadi Tjan: Kontraktor Asal Lampung, Residivis Tipikor hingga Manipulator Saksi KPK
Riwayat Slamet Riadi Tjan: Kontraktor Asal Lampung, Residivis Tipikor hingga Manipulator Saksi KPK

Slamet Riadi Tjan, berbaju hitam sedang menyantap hidangan makanan. Foto: Istimewa.

Suluh.co – Produk ini merupakan lanjutan dari produk pers yang sebelumnya. Baca di sini [Di Balik Klaim Slamet Petok Bagian I]

Publikasi yang dibantah kebenarannya oleh Slamet Petok tadi, berkaitan dengan pernyataan KPK lewat Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri.

Ali Fikri secara deklaratif menyatakan bahwa KPK melakukan pemeriksaan kepada seorang kontraktor. Identitas kontraktor yang disampaikan Ali Fikri itu adalah ‘Slamet Riadi alias Slamet Petok’.

Secara tertulis, Ali Fikri pada 6 Januari 2020, tepat pukul 17.41 WIB menyampaikan keterangannya bahwa di hari itu KPK melakukan pemeriksaan saksi untuk tersangka HH [Hermansyah Hamidi].

Berikut keterangan dari Ali Fikri pada 6 Januari 2021:

Hari ini (6/1) pemeriksaan saksi tsk HH TPK Suap terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tahun anggaran 2018 di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Jl Kuningan Persada Kav.4, Setiabudi, Jakarta Selatan. SLAMET RIADI ALS SLAMET PETOK swasta.

Setelahnya, tepat pada 7 Januari 2021, Ali Fikri menyampaikan alasan mengapa pemeriksaan kepada saksi yang berstatus sebagai kontraktor tadi dilakukan oleh penyidik KPK.

Secara deklaratif, Ali Fikri mengatakan bahwa saksi berstatus kontraktor tadi diperiksa karena diduga merintangi kerja-kerja KPK.

Diksi ‘update’ dipakai Ali Fikri saat menyampaikan informasi publik yang tidak dikecualikan ini.

Menggambarkan bahwa KPK menyampaikan informasi terbaru dari informasi yang sudah disampaikan sebelumnya.

Berikut keterangan dari Ali Fikri pada 7 Januari 2021:

Update riksa 6/1/2021 kasus dugaan TPK terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tahun anggaran 2018.

Diperiksa sebagai saksi untuk Tsk HH (Hermansyah Hamidi)

SLAMET RIADI als SLAMET PETOK (swasta) didalami keterangannya terkait adanya dugaan tindakan saksi yang mengatur dan mempengaruhi keterangan dari para saksi yang di panggil oleh Tim Penyidik KPK.

Membaca Putusan Zainudin Hasan

Suluh.co melakukan penelusuran ke dalam surat putusan eks Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan. Kasus Zainudin Hasan ini ditangani oleh KPK.

Putusan itu tertuang dalam surat Nomor 43/Pid.Sus-Tpk/2018/PN.Tjk. Putusan ini memuat 656 lembar.

Dari surat putusan ini, nama ‘PETOK’ tiga kali tercatat di dalamnya.

Pertama, nama PETOK muncul dalam uraian uraian barang bukti nomor 76 yang disita KPK dari berbagai pihak yang berkaitan dengan penanganan kasus korupsi ini.

Berikut keterangan yang muncul pada uraian barang bukti nomor 76.

2 (dua) lembar printout rekap Tahun Anggaran 2017 berupa tabel tertulis pada nomor 1 Peningkatan Jalan s/d Hotmix Ruas Jalan Jembat Besi – Sidoarjo Kec. Kalianda; Pagu 5,000,000,000; Selamet Petok; PERUSAHAAN PT. ASRI FARIZ JAYA; DIREKTUR HERI ARIYANTO, SH. MH.; ALAMAT Jl. Sam Ratulangi Gg. Mawar I No. 1 Gedong Air Bandar Lampung, dst.

Kedua, nama PETOK muncul dalam keterangan Hermansyah Hamidi ketika ia menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang.

Hermansyah Hamidi memang pernah jadi saksi, kejadian itu berlangsung di ruang Garuda tepat pada tanggal 14 Januari 2019.

Saat itu Hermansyah Hamidi bersaksi bersama-sama dengan Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, Ketua DPRD Lampung Selatan Hendry Rosadi, eks Kadis PU-PR Lampung Selatan Anjar Asmara, anggota DPRD Lampung non aktif Agus BN, Kabid Pengairan Dinas PU-PR Lampung Selatan Syahroni, dan Kadis Pendidikan Lampung Selatan Thomas Americo.

Saat itu Hermansyah Hamidi ditanyai soal catatan Syahroni yang di dalamnya menuangkan nama ‘Slamet Petok’ dan nama lainnya.

Berikut kesaksian Hermansyah Hamidi yang dicatat dalam putusan Zainudin:

Bahwa saksi tidak pernah mendengar nama rekanan SLAMET PETOK, ANTONI, LUTFI, HABIB yang ada dalam catatan SYAHRONI.

Ketiga, nama ‘PETOK’ juga tercatat dalam uraian barang bukti nomor 76 yang disita oleh KPK. Berikut keterangannya:

2 (dua) lembar printout rekap Tahun Anggaran 2017 berupa tabel tertulis pada nomor 1 Peningkatan Jalan s/d Hotmix Ruas Jalan Jembat Besi – Sidoarjo Kec. Kalianda; Pagu 5.000.000.000; Selamet Petok.

Baca Juga:  Warga Lampung asal Sumatera Barat Bentuk IKPB

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top