Modus

Dewan Pers Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis di Tulangbawang & Lampura

Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi, kali ini peristiwa tersebut dialami oleh dua orang wartawan di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, yang mengalami intimidasi dari preman suruhan seorang oknum pejabat di Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang, pada Kamis (287/8) kemarin.

Keduanya adalah Junaidi Romli wartawan Gerbangnusantara.id dan Albari dari Rilislampung.id.

Selain itu, aksi kekerasan terhadap pewarta juga terjadi di Lampung Utara, yang dialami oleh Ardy Yohaba, Kontributor  StasiunTelevisi swasta Nasional, saat meliput pertandingan Sepak Bola Piala Bupati Cup 2020 di Stadion Sukung Kelapa Tujuh Kecamatan Kotabumi selatan, Jumat tadi.

Dari informasi yang dihimpun redaksi, kejadian tersebut disebabkan karena adanya pemberitaan terkait dana insentif Covid – 19 Tulang Bawang yang belum juga cair. Dan pada akhirnya membuat geram seorang oknum Sekretaris Dinas Kesehatan Tulang Bawang hingga berujung pada penyekapan dan kekerasan secara fisik.

Baca Juga:  Pemuda Kedaton Gauli Anak Bawah Umur

Oyos Saroso selaku saksi ahli Dewan Pers Lampung, angkat bicara terkait kekerasan terhadap jurnalis tersebut.

Menurutnya pelanggaran terhadap Undang Undang pers telah terjadi dalam peristiwa itu. “Selain dianggap menghalang – halangi sebuah pemberitaan, tindakan kriminal pun telah dilakukan oleh oknum tersebut,” tegas Oyos, Jumat (28/8).

Salah satu pendiri organisasi Aliansi Jurnalis Independent Bandar Lampung ini pun menjelaskan, bahwa ada meknisme yang harus dijalani jika keberatan dengan sebuah produk jurnalistik, dimana terdapat hak – hak untuk mengkoreksi sebuah berita.

Di dalam hal ini, pejabat publik pun diharapkan mengerti dan dapat memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Dimana ada Undang Undang Pers yang wajib dipahami serta dijalankan agar tidak kembali terulang peristiwa kekerasan terhadap para pencari berita.(TIN)

Baca Juga:  Polres Tanggamus Amankan 4 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top