Ekonomi

Desa Tangkisan Purworejo Ubah Limbah Sampah jadi Indah

Desa Tangkisan Purworejo Rubah Limbah Sampah jadi Indah/MAS

PURWOREJO – Universitas Muhammadiyah Purworejo lahirkan  generasi zero waste ranger melalui “Edu Farming Park” di Karang Taruna Desa Tangkisan, Bayan, Purworejo.

Edukasi mengenai dampak sampah plastik sejak dini merupakan salah satu cara untuk melahirkan generasi zero waste ranger. Zero waste atau bebas sampah adalah sebuah konsep yang mengajak masyarakat untuk menggunakan produk sekali pakai dengan lebih bijak untuk mengurangi jumlah dan dampak buruk dari sampah.

Pemberian pemahaman tentang sampah sudah sewajibnya dilakukan sejak dini. Hal itu merupakan suatu bentuk upaya awal pencegahan terhadap kerusakan lingkungan. Langkah preventif dapat dilakukan di masyarakat. Suatu langkah alternatif yang bisa sangat efektif dalam pemberian pemahaman tentang bahaya sampah jika berada di lingkungan pemukiman manusia.

Baca Juga:  Tergerus Zaman, Tobong Bata di Bandar Lampung Bakal Jadi Kenangan

Sarana dalam pemberian pemahaman sampah kepada siswa sangatlah beragam. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pengabdian Masyarakat pendanaan Tahun 2020 meluncurkan program “Edu Farming Park”.

Program tersebut adalah salah satu bentuk pembelajaran kepada masyarakat dan menarik minat generasi muda untuk peduli sampah serta terjun di bidang pertanian. Sampah  botol plastik dapat dikurangi dengan beberapa cara diantaranya yaitu dengan ecobrick.

Metode ini untuk meminimalisir sampah dengan media botol plastik yang diisi penuh dengan sampah anorganik (sampah yang tak dapat diuraikan atau membutuhkan waktu lama untuk terurai) hingga benar-benar keras dan padat. Ecobrick dapat ditingkatkan fungsinya untuk dibuat taman edukasi pertanian (Edu Farming Park).

Baca Juga:  Cegah Covid-19, Polres Purworejo Beri Sosialisasi Larangan Mengumpulkan Massa

Program (Edu Farming Park) mulai dikenalkan kepada para pemuda karang taruna desa Tangkisan kecamatan Bayan kabupaten Purworejo.

Lingkungan masyarakat karang taruna  belum ada yang mengolah sampah yang ada menjadi sesuatu yang bermanfaat. Sampai saat ini sampah masih menjadi permasalahan yang belum terpecahkan. Para pemuda masih mempunyai budaya membuang sampah sembarangan.

Volume sampah cenderung terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan pemukiman lingkungan sekitar serta keterbatasan lahan untuk pembuangan akhir.

“Kami mempunyai program (Edu Farming Park) ini dengan harapan akan memberikan pengetahuan baru dan keterampilan mengenai budidaya sayuran dengan veltikultur sistem melalui pemanfaatkan botol plastik sebagai media tanam dan pembuatan ecobrick untuk membuat taman. Manfaat ekologis dengan diterapkannya program ini yaitu turut berkontribusi dalam meningkatkan proporsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) lingkungan sekolah” ujar Muhamad Nur Faizin, ketua PKM Edu Farming Park, kemarin.

Baca Juga:  Kecamatan Bayan Juara 1 di PORKAB Cabang Sepakbola

Selain memberikan kontribusi penyelamatan lingkungan melalui pengelolaan sampah, juga dapat menghasilkan O2 untuk meningkatkan kualitas lingkungan, bahkan lebih jauh lagi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sayuran sehari-hari bagi masyarakat.(Mahestya Andi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top