Pendapat

Deep State ‘perang dalam kabut’

oleh : Satriansyah

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lampung

Merebaknya asumsi aktor di balik corona menambah tensi ketegangan dan kecurigaan saat umat manusia membutuhkan kebersamaan.

Seperti yang kita ketahui wabah Covid-19 ini telah berhasil menjangkiti puluhan negara dari seluruh penjuru dunia dengan total hari ini dilansir dari media pers liputan6, 31 Maret 2020 infeksi virus corona Covid-19 di seluruh dunia per pukul 10.42 WIB telah mencapai 785.709 kasus.

165.837 di antaranya telah dinyatakan sembuh berdasarkan peta corona virus Covid-19 Global Cases

Covid-19 juga telah sukses memukul mundur perekonomian dunia akibat dibatasinya transportasi antar negara untuk mencegah penularan lebih lanjut

Pengamat militer dan pertahanan Connie rahakundini Bakrie, mengatakan bahwa Covid-19 ini merupakan senjata biologis yang digunakan sebagai senjata pemusnah masal. Connie juga menyebut dari pernyataan perwira Central Inteligence Agency (CIA) Philip Giraldi, mengatakan bahwa Covid-19 bukan terjadi secara alami, melainkan melalui mutasi genetik.

Giraldi mengatakan virus ini sengaja di produksi dilaboratorium oleh Amerika Serikat bekerja sama dengan Israel, untuk menghancurkan Cina dan iran.

Lebih lanjut Connie menyatakan senjata biologis memiliki daya tarik untuk digunakan karena sangat murah, selain itu senjata biologi dinilai tidak mudah terdeteksi baik dengan x-ray atau hewan pelacak sekalipun.

Baca Juga:  Industri 4.0 : Data Adalah Senjata, Milik Siapa dan Untuk Apa ?

Sedangkan senjata konvensional, nuklir dan senjata kimia memerlukan biaya yang sangat mahal.

Bagi penganut teori konspirasi, Covid-19 ini sengaja di produksi oleh illuminati untuk memulai economy big start sehingga menguntungkan orang-orang terkaya di dunia yang berada di world bank dan IMF.

Menurut YouTube Channel dari Astronacci International, Covid-19 ini memang sengaja di produksi dan diedarkan untuk membuat kekacauan dan kerugian ekonomi secara global, imbasnya banyak sekali harga saham anjlok dengan merebaknya wabah Covid-19 ini. Mau tidak mau akan memukul banyak negara di belahan dunia menuju ke kerugian ekonomi akibat tersedot banyak biaya untuk merawat warga yang sakit dan dirumahkannya banyak pekerja untuk mencegah penularan covid-19 lebih lanjut.

Akibatnya perlambatan ekonomi diprediksikan benar-benar akan terjadi, dan negara-negara di dunia akan membutuhkan hutang untuk membangkitkan kembali perekonomian dinegara mereka, tentu saja kemana lagi negara-negara yang merugi ini akan berhutang jika bukan ke world bank dan IMF.

Sedangkan world bank dan IMF yang merupakan bagian dari PBB sendiri memiliki penyokong dana dibaliknya dan disinyalir adalah illuminati. Dimana illuminati sendiri adalah perkumpulan rahasia yang tidak terekspos oleh media di mana pesertanya adalah beragam profesi mulai dari petinggi negara, konglomerat terkaya dunia, hingga artis-artis kelas dunia, sudah tidak asing lagi bahwa illuminati sebuah organisasi rahasia yang juga diisukan juga menjadi dalang dibalik Revolusi Prancis perang dunia I dan perang dunia II.

Baca Juga:  Universitas Lampung Buka Program Pendidikan Spesialis

Begitulah referensi yang dilansir dari berbagai media.

Kemanusiaan kita diuji oleh virus ini, virus ini menghadirkan dua hal sekaligus, kecemasan yang memunculkan solidaritas dan kepanikan yang memantik egoisme. Sebagian memilih menunjukkan dukungan untuk korban dan tenaga medis, sebagian memborong bahan makanan dan masker serta hand sanitizer.

Ekonomi terancam kolaps, dan virus ini lagi-lagi merepresentasikan pertarungan politik global saat pemerintah China menyemburkan teori konspirasi.

Juru bicara kementerian luar negeri (Kemenlu) China Zhao Lijian mengklaim bahwa militer Amerika Serikat membawa virus korona atau Covid-19 ke Kota Wuhan.

Pemerintah AS tak merespons tuduhan itu. Namun mendadak dunia jadi seolah seperti panggung film Mission Impossible, di mana agen rahasia Ethan Hunt berlarian menghindari pelor, memburu Kaki Kelinci (sebutan untuk botol berisi cairan virus yang hendak dijadikan senjata biologi).

Baca Juga:  Tingkatkan Mutu Pendidikan, Gubernur Hibahkan Lahan Untuk Unila

Memang teori konspirasi paling sedap untuk mencari kambing hitam jika diperlukan. Saya tak mengabaikan teori konspirasi politik bukanlah hal yang mustahil. Toh semua negara di dunia punya agensi rahasia atau biro intelijen untuk melakukan ‘perang dalam kabut’

Namun hari ini, teori konspirasi adalah hal terakhir yang dibutuhkan umat manusia untuk menghadapi corona, Teori konspirasi hanya menambah tensi ketegangan dan kecurigaan saat umat manusia membutuhkan kebersamaan.

Mengutip kata-kata Ibnu sina dikenal juga sebagai “Avicenna” di dunia barat.

Kalau anda tidak tahu sifat alami dari satu penyakit, maka serahkan lah kepada alam.

Karena nanti alam akan membuka sendiri rahasia penyakit itu sekaligus obatnya bahkan juga virus yang dikandungnya.

Lekas membaik bumiku.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top