Modus

David Sihombing Desak Kejari Tetapkan Status P21 ke Darusalam

David Sihombing/NUS

Suluh.co – David Sihombing meminta Kejaksaan Negeri Bandar Lampung untuk segera menetapkan status P21 terhadap berkas kasus dugaan tipu gelap atas nama Darusalam, yang sejauh ini berkas tersebut hanya berpindah – pindah tempat saja dari Kejaksaan ke Polresta Bandar Lampung tanpa ada kejelasan yang pasti.

Ia selaku kuasa hukum dari terdakwa M.Syaleh meminta keadilan dari perkara yang menjerat kliennya tersebut, yang seharusnya dalam perkara tipu gelap jual beli lahan gunung kunyit ini, Darusalam sebagai tersangka lain sudah memasuki proses persidangan dengan status terdakwa, lantaran namanya juga turut tercatat di dalam dakwaan dari jaksa penuntut.

“Seharusnya jika melihat dalam laporan di kepolisian dan fakta persidangan dimana ada keterlibatan tersangka lain yang bernama Darusalam, kami rasa sudah melebihi dari alat bukti, dan harusnya Kejaksaan Negeri segera Mem-P21 kan berkas kasus atas nama Darusalam tersebut, sebab jika tidak artinya Kejaksaan telah menciderai hukum dan rasa keadilan” ujar David Sihombing.

Baca Juga:  Koruptor Alat Kesehatan Tertangkap di Bengkulu

Menurutnya jika berkaca kepada kliennya yang sudah diproses secaara hukum, maka untuk menjaga nama baik Kejaksaan di mata masyarakat, seharusnya Darusalam sebagi tersangka lain yang turut terlibat dalam perkara ini juga diproses secara adil, sebab publik pun telah menunggu ketegasan dan sikap profesionalisme dari Korps Adhyaksa.

Darusalam pun seharusnya turut dihadirkan ke dalam persidangan perkara kliennya tersebut, untuk bersaksi dan sebagai bahan uji bagi majelis hakim, terkait kebenaran keterlibatannya dalam perbuatan penipuan dan penggelapan yang mengakibatkan Nuryadin menjadi korban, dengan kerugian ratusan juta rupiah.

“Kalau memang klien saya yang sudah berumur ini harus disidang, maka Darusalam sebagai tersangka lainnya juga harus diuji kebenarannya di persidangan, publik juga tengah menunggu tindakan dari Kejaksaan Negeri Bandar Lampung demi menjaga nama baiknya di mata masyarakat, serta memberikan keadilan bagi klien saya” tambahnya.

Baca Juga:  Order dari Napi LP Cipinang, 4 Residivis Narkoba Dagang Sabu Lagi

Diketahui di dalam dakwaan yang dibacakan oleh jaksa, Darusalam sendiri berperan sebagai orang yang menghubungkan terdakwa M. Syaleh dan korban bernama Nuryadin, yang juga turut menandatangani surat perjanjian selaku saksi kesepakatan antara Nuryadin dan M. Syaleh pada 2014 lalu, dalam bisnis jual beli lahan gunung kunyit seluas 16 Hektare.

Di perjanjian itu Nuryadin bersedia meminjamkan uang sebesar Rp.500 juta kepada M. Syaleh, untuk membantu biaya proses pembuatan sporadik agar lahan yang diobjekkan tersebut dapat segera dibayarkan oleh seorang pengusaha bernama Sutomo yang sebelumnya telah membayar uang muka sebagai tanda jadi jual beli lahan gunung kunyit tersebut.

Terdakwa sendiri menjanjikan kepada korban akan memberikan Rp.2,4 Miliar, sebagai uang bagi hasil dari penjualan lahan miliknya, namun selang waktu berjalan Sutomo yang awalnya akan melunasi tanah tersebut tiba – tiba membatalkan niatnya untuk membeli, dan M.Syaleh pun tak mampu melunasi uang yang telah dipinjamnya dari Nuryadin, hingga berlanjutlah perkara tersebut ke meja hijau.

Baca Juga:  4 Anggota DPRD Lamteng Diperiksa KPK

 

Reporter : Tinus Ristanto

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top