Bandar Lampung

Darurat Sipil Bukan Solusi Pandemi Covid-19

Direktur Kelompok Studi Kader (Klasika) Ahmad Mufid/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Presiden Joko Widodo berencana untuk mengeluarkan kebijakan darurat sipil dalam menangani penyebaran virus Covid-19. Hal itu disampaikan dalam rapat bersama Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nasional, Senin (30/3).

Direktur Kelompok Studi Kader (Klasika) Ahmad Mufid mengungkapkan, untuk kondisi saat ini, pemerintah belum tepat menerapkan darurat sipil. Idealnya, darurat sipil dilakukan akibat faktor keamanan dan pertahanan.

“Yang terjadi bukan gangguan keamanan atau pertahanan tapi bencana kesehatan,” tuturnya, Selasa (31/3).

Untuk mengatasi kondisi pandemi saat ini, menurutnya, pemerintah cukup mengacu pada UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Baca Juga:  Riana Sari Arinal Resmi Jabat Ketua TP PKK Provinsi Lampung 2019 – 2024

“Presiden harus mengeluarkan Keppres terkait penetapan status bencana nasional yang akan menjadi payung hukum penerapan kebijakan pembatasan sosial. Keppres tersebut termasuk mengatur struktur komando pengendalian (kodal) bencana yang lebih jelas yang dipimpin oleh Presiden sendiri,” ujar Mufid.

Ia mengatakan, undang-undang tersebut lebih relevan di banding darurat sipil. Rata-rata masyarakat Indonesia berada dibawah garis kemiskinan. Jika pemerintah melarang masyarakat untuk keluar rumah, maka kebutuhan mereka mesti dipikirkan oleh negara.

“Jelas dalam UU No 6 tahun 2018 tersebut juga di jelaskan tentang Hak dan Kewajiban Warga Negara ketika Karantina Wilayah diterapkan, terkait tercukupinya kebutuhan kesehatan dasar, kebutuhan pangan  dan kebutuhan sehari hari yang perlu di penuhi. Dalam kondisi ini negara jangan lari dan harus bertanggung jawab secara penuh,” tegasnya.(LS)

Baca Juga:  Cegah Penyebaran Covid-19, PMI Purworejo Mulai Sterilisasi Fasum & Tempat Ibadah
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top