Daerah

Dampak Revitalisasi Irigasi Kedung Putri, Petani 3 Kecamatan Menjerit

kiri- Ketua DPRD Purworejo Dion Agasi, bersama Kepala Desa Kalimiru, Agung YP/MAS

Suluh.co – Revitalisasi irigasi Kedung Putri Purworejo, Jawa Tengah, yang direncanakan akan berlangsung hingga Desember 2021, bakal mempengaruhi perairan lahan pertanian pada tiga kecamatan di Purworejo.

Untuk itu, perwakilan petani pun menghadap ke DPRD Purworejo, Jumat (13/8).

Kepala Desa Kalimiru, Agung YP, menyampaikan, adanya pengerjaan proyek menyebabkan aliran irigasi tak mengalir atau terhenti. Hal itu membuat para petani tak bisa memaksimalkan masa tanam.

“Kami mewakili keluhan petani delapan kelurahan, satu desa di Kecamatan Bayan, Purworejo, dan Kecamatan Banyuurip. Perairan dihentikan sudah 14 hari ini, kondisi sekarang usia padi 55 hari setelah tanam sangat membutuhkan air,” ucapnya.

Baca Juga:  Fraksi Golkar Dukung Realokasi Anggaran Daerah Segera Diputuskan

Dari tiga kecamatan terdapat 400 hektare dengan perkiraan panen 6,8 ton per hektare, jika dalam satu minggu lagi tidak teraliri air, diperkirakan petani akan gagal panen.

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Dion Agasi menanggapi keluhan para petani, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak BBWS.

“Adanya revitalisasi sangat baik untuk kedepannya, namun juga harus memperhatikan kebutuhan masyarakat akan air saat ini agar tidak mempengaruhi ekonomi Kabupaten Purworejo,” ucapnya.

Nantinya, pihaknya tidak meminta 24 jam terus menerus air mengalir, agar pekerjaan revitalisasi tetap bisa berjalan dan petani tetap bisa bertani.

“Kami harapkan dua kali seminggu air mengalir, ini berbicara soal ketahanan pangan dan ekonomi Kabupaten Purworejo,” tegasnya.

Baca Juga:  Wajah Baru Komplek Makam Cokronegoro dan Kyai Zarkasi

 

Reporter : Mahestya Andi Sanjaya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top