Bandar Lampung

Cakep Nih! Gegara Patuh Protokol 3 M, Dhea: Saya Lebih Safety, Septi: Hidup Saya Makin Tertib!

Dhea Puspa Mandiri, warga Sukarame Bandarlampung, Srikandi Pemuda Pancasila, anggota pengurus Garnita Malahayati NasDem, anggota Bidang Sospol Pejuang Bravo Lima Lampung, merasa lebih safety atas kepatuhan ia jalankan protokol kesehatan COVID-19. | Muzzamil

BANDAR LAMPUNG — Siang malam, pemerintah dan rakyat Indonesia terus berjuang menghadang laju, mencegah persebaran, dan memutus mata rantai penularan COVID-19.

Upaya melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dibakukan Presiden Joko Widodo melalui Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), antara lain diurai dengan gencaran masif edukasi promotif-preventif gerakan 3 M.

Yakni, memakai masker, menjaga jarak fisik aman minimal 1 meter, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir 20 detik, sebagai strategi penanganan dan penegakan protokol kesehatan dalam perang total melawan pandemi.

Separuh dasa, jutaan kisah anak-anak Bumi Pertiwi dalam menjalani hidup berdampingan dengan pandemi, apa lagi di masa transformasi adaptasi kebiasaan baru ini, menyala-nyala.

Dhea Puspa Mandiri (29), warga Jalan Pulau Hara, Sukarame Bandarlampung, salah satunya. Ia punya kisah berkesan menjalani hidup baru ala New Normal. Seputar, pengalamannya pakai masker.

“Aku pernah ngalamin kejadian kurang enak dan lucu sih. Jadi waktu itu aku pergi ke salah satu pasar tradisional dan lupa memakai masker. Disana ada razia masker yang dilakukan anggota satuan kepolisian, dan ada beberapa anggota TNI juga,” kisahnya.

Dari jauh, Srikandi Pemuda Pancasila Lampung ini menuturkan, sudah ada sejumlah warga pria maupun wanita yang terpergok tak memakai masker, dikenai sanksi di tempat.

Baca Juga:  2020, PBL Provinsi Lampung Dilantik

“Pilihan sanksinya, menyanyikan lagu Indonesia Raya atau push up. Karena gak mau kena razia juga, spontan aku buru-buru balik badan. Dan menjauh untuk mencari jualan masker. Ternyata, dari kejauhan pak polisi sudah melihat aku. Hehe,” lucunya mengenang.

“Setelah aku dapatkan masker, kembali ke pasar tradisional tadi, ditegur pak polisi yang lihat aku tadi. Dia bilang, begitu dong mbak, pakai masker, jadi lolos sanksi deh. Mbaknya tambah cantik kalo pakai masker,” imbuh Dhea.

Reaksi? “Aku senyum-senyum malu, ditegur di hadapan ramai orang. Hehe. Begitulah kira-kira pengalaman lucuku karena lupa memakai masker,” ujarnya.

Jebolan FH Unila ini berharap, selama pandemi ini masyarakat menyadari maha pentingnya menerapkan protokol kesehatan, jaga jarak, pakai masker, demi kesehatan dan keselamatan diri sendiri dan banyak orang.

“Ibarat sedang berperang, lawan atau musuh kita bukan sesama manusia yang bisa terlihat, tapi virus tak terlihat yang bisa kapan saja dari mana saja datangnya,” ujar ia, melalui kanal pesan singkat, Selasa (22/9/2020) petang.

Jadi, pehobi traveling ini menegaskan, diperlukan kesadaran dan kerja sama seluruh rakyat Indonesia untuk bisa memerangi COVID-19. “Sehingga kita dapat mengurangi dampak terkena wabah dan menekan angka kematian akibat COVID-19,” pintanya.

Baca Juga:  BK DPRD Kota Bandar Lampung Jadi Percontohan DPRD Kota Yogyakarta

Lebih lanjut, Dhea mendoakan vaksin ditemukan dan segera efektif bekerja, disamping meminta pemerintah terus memprioritaskan para tenaga medis garda depan penanganan kesehatan, sekaligus garda terakhir bala kekuatan melawan pandemi seimbas-imbasnya.

“Mengingat semakin berkurangnya tenaga medis karena sudah banyak yang gugur, semoga pemerintah segera menemukan vaksin. Serta lebih memprioritaskan lagi keselamatan garda depan ini dengan memenuhi kebutuhan alat penunjang kesehatan yang digunakan menangani wabah ini.”

Pada bagian lain, anggota pengurus Garda Wanita (Garnita) Malahayati Partai NasDem Lampung ini meminta pemerintah untuk terus memberikan apresiasi setinggi-tingginya dedikasi, kerja keras, dan semangat tim medis dan Satgas Penanganan COVID-19.

Ditanya yang senantiasa ia rasakan begitu sadar, kepatuhan menjalankan protokol kesehatan COVID-19 ternyata ikut terpola membentuk kesehariannya sejauh ini terutama saat beraktivitas di luar rumah, Dhea semringah.

“Saya sangat menyadari dengan menerapkan protokol kesehatan untuk diri sendiri, itu membuat merasa lebih safety saat beraktivitas di luar rumah,” anggota Bidang Sospol DPD Pejuang Bravo Lima Lampung ini, mangkus.

Septiana Widya, warga Jl Karet Gang Senen, Kemiling, Kota Bandarlampung, mahasiswi Manajemen IIB Darmajaya, anggota Bidang Kepemudaan DPD PBL Lampung, mengaku hidupnya semakin tertib efek kepatuhannya menjalankan protokol kesehatan COVID-19. | dokpri

Sebelumnya, Septiana Widya, milenial anggota Bidang Kepemudaan DPD PBL Lampung ini juga punya kisah senada.

“Pernah. Lupa. Terus saya langsung ambil masker di tas, pura-pura nunduk dan langsung pakai maskernya,” aku Septi, mahasiswi Manajemen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, juga lewat pesan singkat, Selasa siang.

Baca Juga:  Ketum DPP PBL Fachrul Razi Dijadwal Melantik DPD PBL Lampung, Selasa

Persisnya ia lupa memakai masker itu yakni saat berada di sebuah gerai kopi. “Lagi di coffee shop Om, pas lagi di kasir,” ingat Septi, lupa waktunya.

Warga Jl Karet Gang Senen, Kemiling, Bandarlampung ini mengharapkan pemerintah lebih tegas. “Harapannya sih lebih tegas aja, buat pemerintah. Dan, Satgas Penanganan COVID-19 tetap menegur dengan sopan warga yang tidak memakai masker,” ujarnya.

Septi berargumen, terkadang mereka yang kedapatan tak memakai masker di tempat keramaian, bukan sengaja. “Kadang lupa, karena belum terbiasa dengan tradisi menjalankan protokol kesehatan,” dara 20 tahun ini merujuk pembiasaan perubahan perilaku.

Senada Dhea, ia juga mengaku sadar kepatuhannya senantiasa menjalankan protokol kesehatan COVID-19, praktis turut membentuk pula pola keseharian aktivitasnya sejauh ini. Kata Septi, kini hidupnya semakin tertib.

“Yang saya rasakan hidup semakin tertib dan lebih menjaga kebersihan sih. Yang biasanya makan tinggal makan jadi harus super duper perhatiin kebersihan tangan, piring, sendok, dan lain-lain. Yang pasti selalu siap tisu, masker, dan hand sanitizer,” akunya.

Dijajal tanya seberapa berpengaruh, jawaban Septi meluruh. “Dalam seluruh aktivitas pribadi Septi tertib, dan lebih menjaga kebersihan Om diluar rumah saat melakukan aktivitas, maupun di dalam rumah Om,” pungkasnya.(SUL/Muzzamil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top