Daerah

Bupati Agus Bastian Tularkan Budaya Cuci Tangan ke 500 Pelajar di Purworejo

 

Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Sedunia Tahun 2019 yang digelar oleh TP PKK Kabupaten Purworejo di Jalan Proklamasi depan Kantor Bupati Purworejo/DNL

PURWOREJO – Budaya cuci tangan pakai sabun perlu ditanamkan kepada anak-anak sejak dini karena kebersihan tangan sangat berpengaruh terhadap tingkat kesehatan. Tangan yang selalu terjaga dan bersih dapat mencegah sejumlah penyakit menular yang berujung pada kematian.

Hal itu menjadi salah satu pesan inti dalam peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Sedunia Tahun 2019 yang digelar oleh TP PKK Kabupaten Purworejo di Jalan Proklamasi depan Kantor Bupati Purworejo, Rabu (30/10).

Pada kesempatan itu, ratusan anak dari berbagai sekolah juga diajak untuk praktik mencuci tangan pakai sabun dengan cara yang benar bersama para guru, pengurus TP PKK, dan pejabat Forkopimda.

Bupati Purworejo, Agus Bastian, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Hari CTPS Sedunia adalah sebuah kampanye global yang dicanangkan oleh PBB bekerja sama dengan organisasi-organisasi lainnya, baik pihak pemerintah maupun swasta.

Baca Juga:  Pendidikan dan Ekonomi Umat jadi Pokok Bahasan BEM PTNU Jateng dan Yogyakarta

Kampanye tersebut bertujuan untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan dengan sabun oleh masyarakat sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kematian anak dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia.

Bupati berharap kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari anak sampai yang tua, selain menjaga tubuh juga harus memperhatikan kebersihan rumah dan lingkungan.

“Perilaku sederhana, mudah, dan murah, seperti cuci tangan pakai sabun, ternyata dapat menyelamatkan kita dari ancaman penyakit-penyakit menular,” ungkapnya.

Menurut bupati, perilaku mencuci tangan pakai sabun mampu mengurangi angka kejadian diare dari 9% turun menjadi 2%, mencegah penyebaran cacingan, menurunkan kasus infeksi saluran pernapasan akut, dan flu burung.

Jika perilaku itu diikuti pembangunan sanitasi berbasis masyarakat, seperti jamban sehat, aliran air bersih, drainase, dan lingkungan yang bersih, kasus-kasus tersebut dapat turun hingga 90 persen.

Adapun kebiasaan mencuci tangan pakai sabun minimal harus dilakukan pada 5 waktu kritis, yakni sebelum makan, sehabis buang air besar, sebelum menyusui, sebelum menyiapkan makan, setelah menceboki bayi, dan setelah kontak dengan hewan.

Baca Juga:  Gallery Hijab Deachy, jadi Pilihan Fashion Hijab Purworejo

“Akhirnya saya berpesan kepada para orang tua agar dapat berperan mewujudkan kebiasaan masyarakat untuk CTPS serta mau dan mampu menjadi contoh bagi anak-anak dan keluarganya dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat,” tandasnya.

Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Sedunia Tahun 2019 yang digelar oleh TP PKK Kabupaten Purworejo di Jalan Proklamasi depan Kantor Bupati Purworejo/DNL

Sementara, Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo, Fatimah Verena Prihastyari, dalam laporannya menyampaikan bahwa dalam peringatan Hari CTPS Sedunia tahun ini, TP PKK melibatkan sekitar 500 pelajar jenjang TK/PAUD, SD, SMP, dan SMA dari berbagai sekolah.

Selain diajak belajar 6 langkah cuci tangan dengan baik dan benar, mereka juga diberi kesempatan untuk unjuk diri lewat yel-yel atau senam cuci tangan sekolah masing-masing.

“Tujuan dan maksud kegiatan ini antara lain untuk menyosialisasikan CTPS kepada masyarkat luas dan anak sekolah,” sebutnya.

Ditempat yang sama, Ketua penyelenggaran TP PKK, Erna Setyowati Said Romadon, menambahkan bahwa aksi massal CTPS telah menjadi agenda rutin tahunan yang dipusatkan di Alun-alun Purworejo agar memiliki dampak yang lebih luas.

Baca Juga:  Pansos Anak Dharma Putra Bekali Anak-anak Putus Sekolah dengan Kreativitas

“TP PKK kabupaten terus berupaya untuk mendukung segala program pemerintah, apalagi berkaitan dengan pola hidup bersih dan sehat,” sebutnya.

Ia juga menjelaskan, mencuci tangan pake sabun sangat besar dampaknya bagi kesehatan tubuh, “Karena mencuci tangan pake sabun dapat mengurangi penyakit menular hingga 99%. Kata Erna usai acara kepada media.

Sementara itu, salah satu siswa TK Pertiwi, Helga (5) warga Brengkelan mengaku dirinya di rumah selalu diajari oleh ibunya untuk mencuci tangan pakai sabun setiap hari.

“Sebelum makan dan sesudah makan, saya cuci tanggan pake sabun Lifeboy di rumah,” kata Helga yang didamping Ibundanya Nora.(DNL)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top