Bandar Lampung

Buku Rekening Isi Rp10 M Jadi Soal di Balik Prapid Tersangka Korupsi RSUD Pesawaran Jilid II

Buku Rekening Isi Rp10 M Jadi Soal di Balik Prapid Tersangka Korupsi RSUD Pesawaran Jilid II
Buku Rekening Isi Rp10 M Jadi Soal di Balik Prapid Tersangka Korupsi RSUD Pesawaran Jilid II

Kasus korupsi RSUD Pesawaran dikembangkan penyidik dengan materi dugaan pencucian uang. Foto: Ilustrasi.

Suluh.co – Sistem Informasi Penelusuran Perkara [SIPP] milik Pengadilan Negeri [PN] Tanjungkarang mencatat adanya pengajuan permohonan praperadilan dari Taufiq Urrahman. Pengajuan itu terdaftar pada Senin, 23 November 2020 dengan nomor perkara: 13/Pid.Pra/2020/PN Tjk. Klasifikasi perkaranya adalah tentang sah atau tidaknya penahanan.

Taufiq Urrahman adalah seorang kontraktor. Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Lampung menetapkannya sebagai tersangka atas dugaan korupsi pada pembangunan di RSUD Pesawaran. Pada Mei 2020 kemarin dia resmi berstatus terpidana setelah divonis hakim dengan pidana kurungan 1 tahun 6 bulan.

Pasca vonis itu, Polda Lampung membuka peluang untuk menerbitkan korupsi RSUD Pesawaran Jilid II. Peluang itu dibuktikan dengan melakukan pengembangan kasus dengan menerbitkan penyidikan baru atas sangkaan Tindak Pidana Pencucian Uang [TPPU] alias money laundering. Sangkaan ini ditujukan penyidik kepada Taufiq Urrahman.

Kembali ke pengajuan praperadilan Taufiq Urrahman tadi. Termohon dalam prapid tersebut adalah pejabat yang menduduki jabatan sebagai Kapolda Lampung. Isi permohonan Taufiq Urrahman di dalam prapid itu menyoal tentang sah atau tidaknya penetapan tersangka hingga membahas buku rekening Bank Mandiri cabang Pringsewu miliknya senilai Rp10. 846.000.000.

“Menyatakan tidak sah tindakan penyitaan [pemblokiran dana rekening Bank Mandiri pemohon sejumlah Rp 10.846.000.000 di Bank Mandiri Cabang Pringsewu atas nama Taufiq Urrahman; memerintahkan kepada termohon untuk membuka blokir dana milik pemohon sejumlah Rp 10.846.000.000 di Bank Mandiri Cabang Pringsewu atas nama Taufiq Urrahman,” begitu isi permohonan Taufiq Urrahman seperti dilihat Suluh.co, Kamis, 26 November 2020.

 

Buku Rekening Isi Rp10 M Jadi Soal di Balik Prapid Tersangka Korupsi RSUD Pesawaran Jilid II

Praperadilan yang diajukan Taufiq Urrahman. Sumber: PN Tanjungkarang.

 

Buku rekening milik Taufiq Urrahman tersebut memang menjadi ‘sasaran tembakan’ bagi penyidik. Penyidik menduga, isi buku rekening itu merupakan hasil money laundering atau setidak-tidaknya diduga merupakan hasil dari Tindak Pidana Korupsi [Tipikor]. Ulasan ini sebelumnya sudah diuraikan Suluh.co, baca di sini: Money Laundering di Korupsi RSUD Pesawaran.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top