Pendidikan

Bujang Rahman Buka Seminar Nasional Pendidikan FKIP

Seminar nasional pendidikan yang digelar FKIP Unila/JO/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Lampung (Unila) Profesor Bujang Rahman, membuka seminar nasional pendidikan yang digelar FKIP Unila, Sabtu (28/9).

Seminar nasional pendidikan dengan tema transformasi pendidikan abad 21 menuju society 5.0 menghadirkan pemateri Profesor Sulistyo Saputro dan Doktor Totok Bintoro.

Sebanyak 200 peserta dari berbagai daerah di Lampung dan Indonesia hadir di Ballroom Hotel Bukit Randu, Sabtu (28/9).

Seminar nasional ini menjadi ajang berbagi para praktisi pendidikan di Indonesia, menghadapi dinamika perkembangan peradaban di era industri 4.0 yang menghadirkan society 5.0.

Di era society 5.0, pendidikan memiliki peranan penting mencetak sumber daya manusia menjadi tenaga-tenaga pembangunan yang unggul.

Baca Juga:  Gubernur Ridho Bangun Perpustakaan Modern 

“Kualitas dan kualifikasi tenaga manusia  yang dilahirkan lembaga pendidikan, harus mampu mengantisipasi dinamika perkembangan peradaban di revolusi industri 4.0 dan society 5.0,” Profesor Bujang Rahman.

Unila sebagai perguruan tinggi negeri terbesar di Sai Bumi Ruwa Jurai, turut menyelenggarakan pendidikan guru melalui LPTK atau lembaga pendidikan tinggi keguruan.

“Pemerintah diharapkan tidak mengabaikan LPTL karena bertujuan mewujudkan cita – cita bangsa menjadi negara yang unggul,” tukas Bujang Rahman.

Sementara itu, pemateri dari Universitas Negeri Jakarta (UIN) Doktor Totok Bintoro, yang merupakan tim pengembang pendidikan profesi guru mengatakan, kualitas baik LPTK akan menghasilkan guru – guru yang unggul dalam menyiapkan generasi unggul.

Seminar nasional pendidikan dihadiri praktisi guru dari berbagai daerah di antaranya Lampung, Palembang, Semarang, Surakarta, Banyuwangi, Balim Makassar, Yogyakarta, Banten dan Surabaya.

Baca Juga:  Dies ke-52, FKIP Unila Gelar Seminar Nasional Pendidikan 2020

Kegiatan ini menjadi wahana berbagi penelitian dan gagasan, sehingga praktisi pendidikan dari daerah – daerah yang relatif tertinggal secara teknologi mendapatkan pengetahuan yang sama.

Sharing antara dosen perguruan tinggi dan praktisi pendidikan guru diharapkan mampu meningkatkan dan mengembangkan pembelajaran yang bermanfaat di sekolah.(JO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top