Modus

Bentrok Tolak Tambang, Warga Wadas dan LBH Diamankan Polisi

Bentrok Tolak Tambang, Belasan Warga Wadas Diamankan Polisi/MAS

Suluh.co – Tindakan penangkapan terhadap warga, kuasa hukum dan jaringan masyarakat menolak tambang terjadi di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, pada Jumat (23/4).

Raudatul Jannah dari LBH Yogyakarta, menceritakan sekitar pukul 11.00 WIB, aparat mendatangi Desa Wadas menggunakan beberapa mobil salah satunya mobil dengan muatan banyak.

Kedatangan mereka terkait dengan rencana sosialisasi pemasangan patok untuk keperluan penambangan batuan andesit yang masih satu kesatuan dengan proyek strategis nasional pembangunan Bendungan Bener.

“Jalan sudah dihadang menggunakan batang dan warga dalam posisi duduk sambil bersholawat atas Nabi SAW, pihak aparat memaksa masuk termasuk dengan menggunakan gergaji mesin,” terangnya.

“Sekitar jam 11.47 WIN, Julian, PBH LBH Yogyakarta sebagai kuasa hukum warga Wadas, dikerubung polisi hingga akhirnya dia juga ditarik paksa, dengan cara yang tidak manusiawi, rambut dijambak dan lainnya, ada beberapa warga, mahasiswa dan kuasa hukum warga yang ditangkap,” ungkapnya.

Baca Juga:  Operasi Zebra Krakatau 2018, Polda Libatkan Denpom II/3 Lampung

Sementara, Kapolres Purworejo, AKBP Rizal Marito, mengaku, bahwa polisi mendapat laporan jika terjadi penutupan jalan di Desa Wadas.

“Maka kami bersama Brimob Kutoarjo dan anggota Kodim 0708 datang ke lokasi untuk membuka jalan itu,” ungkapnya.

Dijelaskan, jalan yang ditutup oleh warga merupakan jalan umum dan jalan kabupaten yang melintasi Desa Wadas. Maka perlu bagi petugas untuk membuka akses jalan itu bagi kepentingan umum.

“Ini jalan kabupaten, tidak boleh kelompok masyarakat tertentu kemudian menguasainya dan melarang orang lain untuk melintas. Ini sama saja dengan mengganggu ketertiban umum sehingga harus ditertibkan,” tegas Kapolres.

Kapolres mengaku, dirinya bersama petugas kepolisian lain telah melakukan himbauan berkali-kali kepada warga.

Baca Juga:  Gubernur Ganjar Lantik Bupati dan Wakil Bupati Purworejo

Namun warga tetep kekeh tidak mengindahkan peringatan dan himbauan warga. Ratusan warga baik laki-laki dan perempuan yang tergabung dalam organisasi Gempadewa dan Wadon Wadas tetap bertahan dengan duduk menghadang petugas.

Lantaran himbauan petugas tak hiraukan, petugas pun terpaksa membuka blokade jalan dan membubarkan warga.

Dalam pembubaran itu, bentrokpun tak bisa dielakkan, warga kemudian melempari petugas dengan batu, petugas membalas dengan tembakan gas air mata.

Sejumlah orang yang terindikasi sebagai provokatorpun ditangkap dan dibawa oleh petugas. Petugas pun akhirnya berhasil membuka jalan dan membubarkan aksi warga.

“Kami bersama pak Wakapolres telah menghimbau berulang kali dan ini saya yakin ada yang memprovokasi, setelah kami cek mereka tidak kenal satu sama yang lainya. Dan itu merupakan orang luar bahkan bukan orang Purworejo yang sengaja akan mengganggu keamanan di Purworejo ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Pelaku Curat Sapi Akhirnya Tertangkap

Disampaikan, dari sejumlah orang yang dianggap sebagai provokator akan ditindak lanjuti secara hukum karena dianggap mengganggu ketertiban umum.

Reporter : Mahestya Andi Sanjaya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top