Modus

Bawa Nama Ridho Ficardo, Warga Gedong Tataan Raup Rp150 Juta

Mantan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo/Istimewa

Suluh.co – M. Kasim (50 Tahun) warga Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran, jalani persidangan di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Selasa (15/12).

Ia menjadi terdakwa perkara penipuan dan penggelapan ratusan juta rupiah, dengan iming – iming mampu menjadikan tenaga honorer dengan modus penipuan mengaku sebagai saudara angkat mantan Gubernur Lampung Ridho Ficardo.

Oleh jaksa ia didakwa telah melanggar pasal 378 KUHP, tentang tindak pidana penipuan, dan pasal 372 KUHP, tentang tindak pidana penggelapan, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal selama empat tahun.

Perkara bermula pada kisaran Desember 2017 lalu.

Saat itu, Sryati Safe’i dan Hasbullah datang ke rumah Junaidi Zulkifli, keduanya meminta bantuan kepada Junaidi Zulkifli untuk mencarikan pekerjaan sebagai honorer di Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Provinsi Lampung, untuk lima orang.

Kelimanya yaitu Candra Sanjaya, Fedra Saputra, Dera Andani, Yuni Aswani Putri dan Novita Isnaini.

Baca Juga:  Pelaku Penyebar Kampanye Hitam di Lamtim Masuk Bui

Sekitar seminggu kemudian Junaidi Zulkifli menemui Sumardi meminta bantuan untuk mencarikan pekerjaan yang dimaksud.

Lalu Sumardi mengeluarkan handphone dan menunjukkan foto M. Kasim, lalu menjelaskan bahwa terdakwa M. Kasimlah yang akan membantu memasukkan pekerjaan tersebut.

Dan ia pun menunjukan kwitansi asli dari terdakwa sebagai bukti telah mengurus pekerjaan honorer di Provinsi Lampung, dengan biaya sekitar Rp30 juta, sampai menerima surat keputusan pengangkatan honorer.

Kemudian setelah kabar tersebut diteruskan, Hasbullah pun datang ke rumah saksi Junaidi lalu menyerahkan uang sebesar Rp30 juta kepadanya.

Dan setelahnya diantarkanlah uang tersebut ke rumah M. Kasim, di Jalan Perum Negeri Sakti Persada Blok A No 12, Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan.

Ketika itu Junaidi pun sempat bertanya akan kesanggupan dari terdakwa, lalu dengan bermaksud menjawab pertanyaannya, terdakwa pun mengeluarkan handphone miliknya dan menunjukkan foto bersama Toha dan Ridho Ficardo (gubernur lampung saat itu) dengan meyakinkan Junaidi bahwa ia adalah anak angkat kesayangan Toha orang tua dari gubernur lampung Ridho ficardo.

Baca Juga:  Merokok Sambil Berkendara Dihukum

Setelah yakin dan percaya akan ucapan terdakwa M. Kasim, Junaidi pun sepakat menyerahkan uang Rp30 juta, kepadanya beserta dengan berkas lamaran pekerjaan dan ijazah atas nama Novita Isnaini serta keempat orang lainnya pada keesokan harinya.

Sehingga total yang diterima oleh terdakwa adalah sebesar Rp150 juta, yang kemudian dijanjikan oleh terdakwa bahwa uang tersebut akan diserahkan kepada seorang bernama Gita yang memegang urusan honorer di Provinsi Lampung.

Pada Februari 2018 Junaidi sempat menanyakan kepastian tentang tenaga Honorer itu, namun terdakwa selalu memintanya untuk bersabar dan menunggu.

Hingga pada Oktober 2018 lantaran merasa terdesak Junaidi kembali menghubungi terdakwa untuk datang kerumahnya dan menemui saksi Suryati Safe’i serta Hasbullah untuk menjelaskan bahwa persoalan pekerjaan telah diurus oleh terdakwa.

Hingga pada Juni 2019 janji dari terdakwa pun tidak ada kepastiannya, maka Junaidi bersama Suryati dan Hasbullah menemui terdakwa dan memintanya untuk membuat surat pernyataan tertulis yang isinya adalah terdakwa akan mengembalikan uang kepada Suryati dan saksi Isnaini paling lambat tanggal 15 Juli 2019.

Baca Juga:  Pencuri Bobol Minimarket Kampung Baru

Setahun berselang yakni di 2020 ini, iming – iming terdakwa yang dinanti pun tidak terpenuhi, sehingga dengan terpaksa uang Rp150 juta, milik para korban yang telah disetorkan kepada terdakwa mau tidak mau harus digantikan oleh Junaidi Zulkifli lantaran ia selaku penghubung.(NUS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top