Modus

Bawa Daging Celeng Hermanto Divonis 1 Tahun

Hermanto, seorang warga Ogan Komering Ulu (OKU), didakwa telah melanggar Undang Undang tentang perlindungan konsumen, lantaran  4 ton daging celeng/TN/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Hermanto, warga Ogan Komering Ulu (OKU) harus menerima vonis dari hakim yang memberikan hukuman pidana penjara selama 1 tahun. Hakim menilai dirinya telah bersalah melanggar Undang Undang tentang perlindungan konsumen, dengan membawa 4 ton daging celeng tanpa prosedur yang benar.

Pria 33 tahun ini, sebelumnya didakwa oleh jaksa telah melanggar pasal 62 ayat 1, junto pasal 8 ayat 1  huruf A dan ayat  2, UU RI, Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

Serta dikenakan pasal 31 ayat 1,  junto pasal 6 huruf A dan huruf C UU Nomor 16 tahun 1992, tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan, junto pasal 55 ayat 1  ke 1 KUHP. Dan dituntut oleh jaksa dengan pidana penjara selama 18 bulan.

Baca Juga:  Gelapkan Rp1 Miliar Dengan Modus MLM Masdiyana Dibui 3 Tahun

“Memberikan vonis dengan hukuman pidana penjara yang selama 1 tahun dan denda Rp5 juta, dengan ketentuan apabila tak sanggup membayar denda maka akan diganti dengan kurungan badan selama 1 bulan,” kata Hakim Ketua Yus Enidar, dalam persidangan, di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Bandar Lampung, Kamis (3/10).

Dalam dakwaannya, awalnya daging celeng yang sebanyak 4 ton tersebut, akan dibawa  oleh terdakwa menuju Kota Solo, Jawa Tengah, yang diakuinya atas perintah seorang bernama Iwan, warga Solo.

Daging haram tersebut, ia bawa dengan cara menutupinya menggunakan plastic, semangka dan jerami, yang ia angkut dengan kendaraan truk cold diesel, bersama rekannya bernama Dasun.

Hermanto sendiri bersedia melakukan tugas kurir ini lantaran ia tergiur dengan upah yang dijanjikan oleh Iwan, yang akan membayarnya dengan sejumlah uang sebesar Rp7 juta.(TN)

Baca Juga:  Catut Bantuan Rehab Sekolah, Kepala SMAN 1 Mesuji Disidang
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top