Ekonomi

Batik Ciprat Loano jadi Tempat Belajar 6 Kota

Anak penyandang disabilitas intelektual dari Purworejo, Temanggung, Banyumas, Pekalongan, Yogyakarta dan Semarang, belajar membantik/Suluh/MAS

PURWOREJO – Belasan orang tua beserta anak penyandang disabilitas intelektual dari Purworejo, Temanggung, Banyumas, Pekalongan, Yogyakarta dan Semarang, belajar membatik bersama.

Kegiatan berlangsung di sekertariat perkumpulan DIRI atau Disabilitas Intelektual Restu Ibu, di Dusun Sebelik Rt2/1, Desa Banyuasin Kembaran, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo.

Kepala Seksi Bimbingan Lanjut dari Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini di Temanggung, Abdul Haris Boge, menyampaikan bahwa para peserta adalah orang tua dan juga anak yang pernah mendapat pendampingan di Temanggung.

“Mereka disini belajar bersama dan juga menjalin tali silaturahmi, dalam kegiatan ini diharapkan bisa saling berbagi ilmu, unt7uk meningkatkan kualitas hidup dan juga kreativitas anak berkebutuhan khusus,” ucapnya Rabu (15/1).

Baca Juga:  Borong Piala, SMK Sawunggalih Menuju LKS Tingkat Provinsi

Diketahui bahwa perkumpulan DIRI adalah salah satu mantan pendampingan di Temanggung tahun 2018, yang saat ini sudah menjadi produsen Batik Ciprat yang cukup terkenal di Kabupaten Purworejo, bahkan produknya sudah sering dipesan dari berbagai daerah.

Anak-anak yang didampingi di BBRSPDI, akan mendapatkan berbagai pelatihan seperti dunia peternakan, laundry, bengkel, jahit, batik dan lain-lain.

Darminah (58) pendiri Batik Diri menyampaikan, kami sangat senang sekali  jika masyarakat semakin mengenal karya anak-anak. Baginya, ia masih sedikit kesulitan dalam marketing penjualan.

“Disini kami tidak semata-mata hanya biacara tentang keuntungan ekonomi, namun kami juga membuka bagi siapa saja yang ingin belajar bersama dengan kami,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ekonomi Syariah, Arus Baru Peretas Konglomerasi

Bagi keluarga yang memilki anak dengan kebutuhan khusus bisa datang kemari dan belajar bersama, “kita belajar bersama lho, bukan dititipkan anaknya kepada kami. karna keterlibatan orang tua sangatlah penting,” tegasnya.

Dymas Mamiek, pecinta batik dan juga perias dari Purworejo sangat mengapresiasi karya anak-anak disabilitas.

“Saya disini sering memesan batik karya anak-anak, batiknya khas dengan coraknya. Yang membuat lebih bernilai karya batik ini dibuat oleh saudara-saudara kita yang mengalami disabilitas intelektual,” ungkap Dymas.(Mahestya Andi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top