Modus

Azis Syamsuddin dan Amin Santono Hadir Sidang Korupsi Lamteng?

Mantan Bupati Lampung Tengah nonaktif, Mustafa/NET

Suluh.co – Persidangan perkara suap dan gratifikasi yang didakwakan KPK kepada mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa pada Kamis, 11 Februari 2021 lalu membuka tabir perihal pemberian fee kepada anggota DPR RI.

Belakangan, fee tersebut dimaksudkan agar anggaran DAK pada tahun 2017 dan 2018 di Pemkab Lampung Tengah khususnya pada Dinas Bina Marga lebih besar dibanding tahun-tahun lalu.

Untuk mengurus DAK 2017, nama Jarwo, Aliza Gunado dan Aziz Syamsudin [Wakil Ketua DPR RI_red] disebut terlibat oleh saksi bernama Taufik Rahman yang notabene mantan Kadis Bina Marga Lampung Tengah dan juga disebut oleh terdakwa Mustafa.

Taufik Rahman dengan gamblang menuturkan hal-hal yang berkait dengan setiap proses pengurusan anggaran DAK tersebut. Sebab ia adalah aktor yang turun langsung untuk mengeksekusi hal tersebut. Kadang Taufik Rahman ditemani oleh anak buahnya.

Baca Juga:  Adik Jaksa Agung HM Prasetyo Mangkir dari Panggilan KPK

Untuk mengurus DAK 2018, nama Rudi seorang pejabat pada Dinas Perkim Lampung Tengah, Idawati, Eka Kamaludin dan Amin Santono [eks anggota DPR RI dari Partai Demokrat] disebut terlibat oleh Taufik maupun Mustafa.

Dari pengurusan DAK 2017, diketahui uang yang dialirkan Mustafa lewat Taufik Rahman ke mereka adalah senilai Rp2,5 miliar lebih. Sementara, untuk pengurusan DAK 2018, uang lewat Taufik Rahman atas perintah Mustafa mengucur Rp3,6 miliar lebih.

Di ruang sidang, Taufik Rahman bahkan mengetahui bahwa Eka Kamaludin dan Amin Santono telah divonis bersalah karena terbukti melakukan pengurusan DAK dan menerima fee. Keduanya divonis oleh KPK dalam perkara yang berkait dengan pejabat Kemenkeu Yaya Purnomo.

Pertanyaannya, apakah para nama yang disebut di atas itu sudah diperiksa oleh penyidik KPK atau akankah mereka akan dihadirkan jaksa KPK ke dalam ruang sidang?

Baca Juga:  Tim Kuasa Hukum Ridho Bachtiar Bacakan Permohonan di Mahkamah Konstitusi

“Kami saat ini sedang memilah saksi-saksi mana, yang terkait dengan pokok perkara Mustafa ini. Sejauh ini, kami masih pilah-pilah, untuk proses sidang berikutnya. Untuk membuktikan unsur-unsur di dalam dakwaan,” jawab Taufiq Ibnugroho, jaksa sebagai penuntut umum yang ditunjuk KPK mendakwa Mustafa usai sidang pada Kamis lalu selesai digelar.

Pada 11 Januari 2021 lalu, Taufiq sedianya sudah membeberkan secara garis besar berapa jumlah saksi dan profil singkat dari saksi yang telah diperiksa oleh penyidik KPK.

“Terkait saksi, ada 181 orang. Terdapat beberapa unsur. Ada eksekutif, ada pejabat aktif ataupun pejabat yang sudah non aktif. Kemudian ada juga legislatif dari tingkat pusat maupun daerah. Kemudian pihak swasta, ada juga ASN dan maupun pihak lainnya,” tutur Taufiq Ibnugroho, di Kantor PN Tipikor Tanjungkarang.

Baca Juga:  Incar Kos-kosan, Pelaku Penodongan Dibekuk Polisi

Di sisi lain, Boyamin Saiman selaku Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia atau MAKI, Minggu, 14 Februari 2021 menyerukan desakan kepada majelis hakim dan KPK agar menghadirkan mereka yang disebut mendapat fee atas pengurusan DAK. Penghadiran itu dimaksudkan untuk kemudian meminta klarifikasi kepada Azis Syamsudin dan pihak lain.

 

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top