Daerah

Ananda Nicola, Lagu Jawa dan Bundengan Asli Wonosobo

Ananda Nicola/MAS

PURWOREJO – Ananda Nicola (18), adalah salah satu seniman muda yang menggeluti bidang tarik suara. Meski memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, hal tersebut tidak membatasinya untuk tetap menggeluti dunia seni.

Yang menjadikan unik dari Ananda Nicola ialah, dia lebih senang menyanyikan lagu-lagu jawa dan diiringi dengan alat musik Bundengan asli Wonosobo.

Meski dalam keterbatasannya, Ananda tak mudah putus asa, ia membuktikan dengan beberapa prestasi. Kesukaannya di bidang tarik suara sudah ia tunjukan sejak kecil dan sewaktu SD sering mendapatkan juara mocopat tingkat kabupaten sebanyak 3 kali.

Anak pertama dari pasangan Lukman Fardiansyah Dan Erma Antik Hartati, warga Kampung Kliwonan RT 2 RW 7, Wonosobo Barat tersebut, mengidolakan sosok Manthous yaitu tokoh dan penemu musik campursari.

Baca Juga:  Gunakan Sabu Warga Bayan Dibekuk Polisi

Saat ini Ananda masih duduk kelas 2 di SMA 1 Mojo Tengah Wonosobo, dan bercita-cita sebagai seniman. Keinginan tersebut disampaikan dengan niat melanjutkan pendidikannya di sekolah khusus vokal dan karawitan, pada Minggu (8/3) kemarin.

Lagu-lagu Jawa yang sering dinyanyikan yaitu lagu-lagu dolanan Jawa seperti Padang Bulan, Prau Layar, Lir Ilir dan lagu lengger Wonosobo Gondang Keli, Sulasih, Sarindoro.

Ananda berkolaborasi dengan Ardi salah satu seniman yang memainkan alat musik Bundengan. Bundengan sendiri ialah alat musik asal Wonosobo, Jawa Tengah yang memiliki bentuk unik.

Bentuknya menyerupai tameng yang menguncup di bagian atasnya yang dibuat dengan bahan dasar kelopak ruas bambu dan senar. Alat tersebut juga dapat mengeluarkan bunyi nyaring yang mirip dengan gamelan dengan cara dipetik.

Baca Juga:  Warga Mulyo Asri Impikan Lapangan Sepak Bola

Fungsi awal dari bundengan sendiri memang bukan sebagai alat musik melainkan alat berteduh para penggembala unggas.  Bundengan dipakai sebagai pelindung diri dari hujan dan matahari, namun bundengan memiliki bentuk yang lebih panjang dan lebar.

Ananda dan Ardi juga sering pantas di luar kota seperti Yogyakarta dan Solo  ketika ada festival.

Darah seni Ananda Nicola mengalir dari ibunya yang pemilik Sanggar tari Ngesti Laras.

“Saya juga ingin bisa membuat lagu sendiri,” ucap Ananda.(Mahestya Andi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top