Bandar Lampung

Aktivis 98: Standarisasi Biaya Tes Swab, Elemen Penting Ikhtiar Penanganan COVID-19

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo saat melakukan inspeksi di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/9/2020). Foto: Dume Harjuti Sinaga | Komunikasi Kebencanaan BNPB

BANDAR LAMPUNG — Satuan Tugas Penanganan COVID-19 telah menerima perkiraan biaya uji usap atau swab test dari otoritas Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Saat ini, usai menerima, pihak Satgas masih menantikan hasil evaluasi oleh tim dari Kementerian Kesehatan.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, dalam keterangan pers daring Senin 28 September 2020 lalu mengutarakan, estimasi harga BPKP itu, untuk yang sifatnya kontraktual sebesar Rp439 ribu per spesimen.

“Sedang untuk yang sifatnya mandiri, usulan dari BPKP sebesar Rp797 ribu,” kata Doni, jenderal infanteri bintang tiga lulusan Akmil 1985, Kepala BNPB sejak 9 Januari 2019 ini.

Baca Juga:  Pemkab Lamsel Bentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19

Menjadi kabar baik, suami dari Santi Ariviani, dan ayah tiga anak, Azzianti Riani Monardo, Reizalka Dwika Monardo, dan Adelwin Azel Monardo ini menyebut, biaya itu masih akan dievaluasi oleh tim dari Kemenkes.

“Sehingga tidak memberatkan masyarakat, tetapi juga tak merugikan pengusaha yang bergerak di bidang jasa pemeriksaan laboratorium,” tuntas Doni, bekas Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas).

Dari Lampung, Ketua Badan Pekerja Centre for Democracy and Participative Policy Initiatives Studies (CeDPPIS), Muzzamil, berkomentar.

Aktivis 1998 ini mendukung langkah Satgas. “Kami memandang penting fiksisasi (pemastian) dan kepastian penyematan tarif resmi ini. Selain standarisasi, harga per spesimen ini elemen penapisan dan prevensi tarif liar, sekaligus perangsang penaikan grafik-trafik testing terutama berbasis inisiasi mandiri warga,” kata dia.

Baca Juga:  Relawan Ceriakan Anak-anak Bakung

Mengingat, relawan Jokowi yang juga berjejaring di Forum Alumni Nusantara itu menandaskan, jalur pemeriksaan Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) sebagai proses konfirmasi apakah seseorang mengidap COVID-19 dengan deteksi asam ribonukleat (RNA) dari virus SARS-CoV-2, melalui pengambilan sampel swab dari rongga nasofaring pasien, masih satu-satunya standar pengujian COVID-19 yang diakui WHO.

Muzzamil meyakini langkah Satgas ini “jalan lurus”. Menurutnya, jika satu dari trisula kontainmen wabah COVID-19 ini kedodoran, pengaruhnya bagi mitigasi risiko dan pemutusan rantai penularan serta kinerja penanganan komponen trisula lainnya karantina dan pelacakan kontak, signifikan pula.

“Standarisasi biaya tes usap ini jadi elemen penting ikhtiar penanganan,” ujar siaran persnya, di Bandarlampung, Rabu (30/9/2020). “Mantap, Jenderal Doni. Lanjutkan!” serunya.(SUL/RLS)

Baca Juga:  Dari Jokowi Hingga Reisa, Ary Meizari Hingga Dendi Ramadhona, Disiplin 3 M Lawan Pandemi, Bersama Kita Bisa!
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top