Pendidikan

ADOBSI Gelar Rangkaian Kegiatan Ilmiah

ADOBSI Gelar Rangkaian Kegiatan Ilmiah/Istimewa

Suluh.co – ADOBSI atau Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia pusat, mengadakan rangkaian kegiatan ilmiah selama dua hari berturut-turut yaitu 31 Mei 2021 dan 1 Juni 2021.

Kegiatan pertama yaitu Kuliah Pakar Linguistik, sedangkan kegiatan kedua workshop penulisan proposal penelitian dan pengabdian masyarakat bagi para dosen anggota ADOBSI.

Kuliah pakar linguistic disampaikan oleh dua narasumber, yaitu Dr. Sudaryanto dan Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, M.Hum dari UGM.

Dr. Sudaryanto sebagai pakar metode linguistic structural sedangkan Prof Putu sebagai pakar pragmatic dan sosiolinguistik.

Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum, menjelaskan bahwa ADOBSI merupakan sebuah asosiasi dosen Bahasa dan Sastra Indonesia yang saat ini sudah memiliki cabang di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

“Dengan kegiatan kuliah pakar dan workshop ini, ADOBSI mampu memberi kontribusi ilmu bagi bangsa Indonesia,” jelasnya.

Dikatakan lebih lanjut bahwa para anggota ADOBSI harus bisa melaksanakan 5B dalam kesehariannya sebagai dosen maupun pemerhati bahasa dan sastra Indonesia.

Penjelasan 5B tersebut adalah Bersilaturahmi akademik, Berkomunikasi, Berkolaborasi, Ber-aksi, dan Ber-ratulisa (rajin menulis dan membaca). Program 5B yang dicanangkan oleh ketua ADOBSI ini bisa dipergunakan dan dibuktikan dalam berbagai peran kehidupan para dosen dan mahasiswa bahasa dan sastra Indonesia di seluruh Indonesia.

Perihal kuliah pakar linguistic, Dr. Sudaryanto dengan kepakaran metodologi penenelitiannya mengangkat 6 strategi deskriptif dalam penelitian bahasa nusantara.

Baca Juga:  Bank Indonesia Tambah Kuota Beasiswa di UIN Bandarlampung

Ia memunculkan issue baru aliran linguistik yaitu domestic linguistics yang mendapatkan banyak tanggapan interaksi para peserta yang ingin tahu tentang aliran baru tersebut.

Penjelasan beliau dengan memberikan ilustrasi yang sangat jelas dan mudah dipahami oleh para peseerta membuat diskusi menjadi makin hidup.

Sementara itu Prof. Putu mengambil bidang linguistik forensik dengan objek kajian wacana hoax dalam berbagai media sosial. Tidak kalah serunya, materi yang disampaikan Prof. Putu sangat update dengan fenomena bahasa saat ini.

Kajian pragmatig dalam linguistic forensic ini sangat berhubungan dengan konteks lingual dan ekstralingual. Kepakaran bahasa sangat diperlukan dalam menelaah berbagai fenomena bahasa hoax ini, karena konteks internal yang erat kaitannya dengan ilmu linguistic struktural memerlukan keahlian pakar linguistik.

Ahli bahasa masih mempunyai peran yang sangat penting dalam posisi memberi pemecahan masalah wacana hoax. Sedangkan konteks ekstralingual sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor di luar bahasa yang benar-benar harus dipahami para peserta tutur. Diskusi menjadi makin hidup dengan munculnya berbagai pertanyaan dari para peserta yang berkaitan dengan hoax.

Sementara Prof. Putu banyak mengambil contoh peristiwa-peritiwa hoax yang sempat menjadi viral di media elektronik Indonesia.

Di hari kedua tepat pada peringatan hari lahirnya pancasila 1 Juni 2021, rangkaian kegiatan akademik lanjutan dari ADOBSI adalah Workshop Penyusunan Proposal Penelitian.

Baca Juga:  Disdik Bandar Lampung Salurkan Bantuan Seragam SD

Kali ini tujuan ADOBSI adalah memvasilitasi kepentingan para anggotanya dalam rangka melatih dan mencermati berbagai strategi penulisan propolas agar lolos dalam skim dana dari Kemendikbud.

Tidak kalah berkualitasnya, narasumber yang diusung oleh ADOBSI kali ini adalah para pakar penelitian yang sangat ahli dlam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat bidang sosiohumaniora.

Narsum pertama adalah Dr. Kundharu Saddhono, M.Hum. Reviewr Nasional Penelitian dan Pengabdian masyarakat yang sudah mempunyai puluhan artikel yang publish di Scopus serta puluhan penelitian yang lolos dana berbagai macam sumber baik dalam negeri maupun luar negeri.

Dr. Kundaru memberikan materi berbagai strategi penyusunan proposal yang kemungkinan bisa lolos dari para revewr. Strategi yang diberikan sangat lengkap mulai bagian judul sampai referensi dan alokasi anggaran.

Para peserta sangat antusias mengikuti paparan dan diskusi yang dipandu oleh Dr. Dwi Sulistyorini, M.Hum dari Universitas Negeri malang.

Narsum kedua yang diusung oleh ADOBSI tak kalah kualitasnya dengan narsum pertama. Dr. Kunjana Rahadi, M.Hum dari Universitas Sanata Darma  Yogyakarta. Ahli Pragmatik senior ini sangat mumpuni dalam bidang penulisan buku dan penelitian.

Berbagai karya ilmiahnya sangat berkualitas dan menjadi contoh dalam paparannya. Beliau mengajak dengan serius para dosen untuk meneliti dan mengubah paradigma dosen dalam tri darma perguruan tinggi.

Baca Juga:  Tarik Minat, Umitra Perbanyak Kunjungan ke Sekolah

Urutan tridarma perguaruan tinggi yang awalnya pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat, diubah urutanya menjadi penelitian, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini penting supaya para dosen menjadi biasa meneliti sehingga akan selalu update dengan ilmu yang terbarukan dengan berbagai fenomena bahasa di masyarakat.

Hal ini akan dibawa ke dalam pengajaran dan pengabdian masyarakat. Diskusi tentang topic narsum kedua ini sampai menambah waktu bagi moderator kepada para peserta.

Akhir sesi, ketua ADOBSI Dr Mohammad Rohmadi, M.Hum, menutup kegiatan ilmiah ini dengan harapan akan munculnya berbagai macam kolaborasi karya ilmiah yang muncul dari para anggota ADOBSI. Sekaligus mengumumkan bahwa keanggotaan ADOBSI sangat terbuka dan boleh diikuti siapa saja.

Jejaring ADOBSI yang sudah sangat merata di seluruh Indonsia bisa dijadikan sebagai mitra dalam berbagai penelitian para dosen, sehingga ADOBSI akan mampu mendukung program pemerintah dalam KMMB

Reporter : SUL/HMS

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top