Bandar Lampung

ACT Beri Bantuan Sembako untuk Keluarga Ojek Online

ACT Beri Bantuan Sembako untuk Keluarga Ojek Online/ACT

BANDAR LAMPUNG – Sebagian besar masyarakat Provinsi Lampung tengah merasakan dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat pandemi virus corona.

Kebutuhan hidup tak bisa terjeda namun banyak pihak menerapkan Work From Home (WFH), ini sangat berpengaruh pada penghasilan pengemudi ojek online.

Merespon hal tersebut ACT Lampung mendatangi kediaman pengemudi ojek online yang layak mendapatkan bantuan paket sembako di Bandar Lampung.

Penyaluran paket sembako dimulai Senin (30/3) hingga beberapa hari kedepan.

Kepala Program ACT Lampung Regina Locita Pratiwi mengatakan penyaluran paket sembako merupakan bentuk kolaborasi antara Rektor Universitas Bandar Lampung (UBL) M. Yusuf S. Barusman, Desi Falena, Majelis Taklim Baabussalam dan  ACT Lampung.

Baca Juga:  889 Pemudik Positif Covid-19 Diminta Tinggalkan Lampung

Pembagian sembako menyasar kepada 100 KK diwilayah Kota Bandar Lampung dengan kriteria tulang punggung keluarga, berpenghasilan minim dan memiliki tanggungan lansia jompo maupun anggota keluarga sakit.

“Layanan paket sembako menjadi salah satu aksi ACT Lampung disamping penyemprotan disinfektan dan nutrisi untuk petugas medis. Harapanya penerima manfaat bisa melanjutkan hidup dengan nutrisi yang cukup. Ini sangat perlu untuk menjaga imunitas tubuh ditengah pandemi Corona,” ucapnya.

Salah satu penerima manfaat Intan Permatasari (22) bersyukur mendapatkan bantuan paket sembako berupa beras, tepung terigu, minyak goreng, teh, gula putih,roti biskuit, kecap dan mie telur. Warga Olok Gading ini setiap hari harus berkeliling Kota Bandar Lampung untuk mengantar orderan ojek online.

Baca Juga:  Bengkel Kopi Layani Pecinta Robusta Lampung

Sebelumnya orderan yang diselesaikan bisa sampai 15 kali namun setelah pandemi Corona terjadi penurunan hingga 40 persen. Sedangkan kebutuhan hidup terus bertambah.

Tulang punggung keluarga ini mengurus orang tua dan kakaknya disebuah rumah kontrakan. Profesi ojek online ditekuni mengingat ijazah terakhir hanya sampai Sekolah Menengah Atas. Sehingga kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan yang lain. Meskipun rentan terpapar Virus Corona, Intan tak patah semangat menarik orderan. Ia hanya berdoa supaya terhindar dari Virus tersebut.

“Intan masih ngurus Ibu yang sakit stroke 8 tahun ini, Intan tadinya udah kebingungan buat beli beras dari mana, Alhamdulillah ada bantuan dari ACT ini, kebutuhan makan sehari-hari jadi terpenuhi,” ucapnya.(ACT)

Baca Juga:  Pedagang Pasar Smep Merasa Dibohongi Pemkot
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top