Bandar Lampung

80 Rumah Rusak, Komisi II DPRD Lampung Soroti Peledakan Tambang Sumber Sari

Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi/WAN

Suluh.co – Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi menyoroti dampak peledakan tambang batu marmer dan kapur di Dusun Sumber Sari, Desa Mandah, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

Mengingat berdasarkan informasi yang diterimanya bahwa terdapat 80 rumah warga yang rusak dan retak-retak akibatnya.

Ia mengatakan, permasalahan ini sangat serius, sehingga pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu sebagai yang membidangi pengawasan lingkungan hidup, dengan segera memanggil pihak dan perusahaan terkait.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi keberadaan penambangan batu marmer.

“Kami belum tahu situasi di lapangannya seperti apa, maka kita akan cek lokasi dulu. Karena kita belum bisa menyimpulkan,” kata Wahrul, Selasa (30/3).

Baca Juga:  Ngeri, Penyangga Beton Flyover Pramuka Retak

Politisi Nasdem itu memastikan, bahwa setiap laporan yang masuk berkewajiban untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Diketahui, persoalan ini mencuat setelah kelompok aktivis Wahana Lingkungan Indonesia atau Walhi Lampung, mendatangi gedung dewan bersama perwakilan warga yang terdampak karenanya, pada Selasa (30/3).

“Karena persoalan ini sudah sangat serius. Dampak-dampak negatif dari perusahaan terhadap masyarakat juga lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya,” kata Direktur Eksekutif Walhi Lampung Irfan Tri Musri.

Dampak-dampak itu, lanjut Irfan sampai hari ini sudah ada 80 rumah warga Desa Mandah, Dusun Sumber Sari, mengalami retak-retak.

Kemudian bekas galian tambang itu juga telah menelan korban jiwa dua orang anak pada tahun 2011 yang lalu.

Baca Juga:  Pertemuan Bersama Petambak Udang Deadlock, Pemkab Pesibar Bersikukuh Tutup Tambak Demi Surfing

“Selain itu juga ada persoalan-persoalan lainnya yang akan kita dalami. Ini satu kesatuan persoalan yang cukup serius juga. Namun pada hari ini kita fokus pada Izin usaha pertambangannya dan dampak-dampak aktivitas pertambangan,” jelasnya.

Selain kerusakan fisik, masyarakat di sana juga mengalami pencemaran udara berupa debu, getaran, dan suara ledakan, sejak 2004 lalu.

kiri-Satari, salah warga Sumber Sari didampingi Direktur Eksekutif Walhi Lampung Irfan Tri Musri/WAN

Satari, salah warga Sumber Sari, yang terdampak, mengakui bahwa, dampak yang dirasakan yakni rumah-rumah retak, dan adanya suara-suara keras (akibat peledakan).

“Jadi selain bangunan rumah rusak, dampaknya lainnya adalah kesehatan masyarakat,” kata Satari.

Lanjut Satari, akibat peledakan itu batu sempat sampai ke perkampungan dan masuk ke dalam rumah warga.

Baca Juga:  TNI Lampung Diperintahkan Perang Cyber

“Kami memang tidak meminta ganti rugi. Karena kami meminta agar peledakan itu dihentikan agar masyarakat merasakan ketenangan,” harap dia.

 

Reporter : Agung Kurniawan

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top