Modus

4 Berkas Perkara Tindak Pidana “Kekarantinaan Kesehatan” Kembali Dilimpahkan ke Jampidsus

Kejagung RI/NET

Suluh.co – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung, menerima kembali pelimpahan empat berkas perkara dugaan tindak pidana “Kekarantinaan Kesehatan” atas nama tersangka MR dan kawan-kawan yang dinyatakan belum lengkap (P.18) beberapa waktu lalu, dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Republik Indonesia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya pengembalian berkas perkara kepada penyidik, terhadap berkas perkara yang diajukan secara terpisah (splizt).

Keempat tersangka yaitu, MR dengan sangkaan melanggar pasal 160 KUHP dan pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan pasal 216 KUHP jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dikembalikan kepada penyidik pada Bareskrim Kepolisian RI dengan surat (P.19) Nomor : B-314/E.3/Eku.1/01/2021 tanggal 27 Januari 2021.

Tersangka HU, dan MS, AAA, ASL serta IAH, dengan sangkaan melanggar pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan pasal 216 KUHP jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dikembalikan kepada penyidik pada Bareskrim Kepolisian RI dengan surat (P.19) Nomor : B-313/E.3/Eku.1/01/2021 tanggal 27 Januari 2021.

Baca Juga:  Meski Dikeroyok Massa, Ajudan Kapolres Metro Diperiksa Binsus Polda Lampung

“Kedua berkas perkara diatas untuk perkara yang terjadi di Jalan Tebet Utara 28 Jakarta Selatan dan Jalan KS. Tubun Petamburan, Jakarta Pusat, pada tanggal 13 November 2020 dan 14 November 2020,” jelas Kepala Pusat Penerangan Hukum, Kejagung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Rabu (3/2).

Lalu, tersangka dr. AA  (MR dan dr. AA) dengan sangkaan melanggar pasal 14 dan atau pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular dan pasal 216 KUHP jo. pasal 55 KUHP dan atau pasal 56 KUHP.

Dikembalikan kepada penyidik pada Bareskrim Kepolisian RI. dengan surat (P.19) Nomor : B-357/E.3/Eku.1/ 01/2021 tanggal 28 Januari 2021.

“Berkas perkara tersebut untuk perkara yang terjadi di Rumah Sakit UMMI Jalan Empang Kota Bogor pada tanggal 27 November 2020,” tambahnya.

Tersangka MR dengan sangkaan melanggar pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular dan pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan pasal 216 KUHP, dikembalikan kepada penyidik pada Bareskrim Kepolisian RI dengan surat (P.19) Nomor: B-359/E.3/Eku.1/01/2021 tanggal 26 Januari 2021.

Baca Juga:  Jampidsus Cari Alat Bukti Baru Soal Korupsi Pengelolaan di PT Pelabuhan Indonesia II

Berkas perkara tersebut untuk perkara yang terjadi di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Mega Mendung Bogor pada tanggal 13 November 2020.

“Pelimpahan kembali empat berkas perkara tersebut diatas diterima Sekretariat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum pada pada Rabu (3/2) dengan surat pengantar masing-masing,” kata Leonard Eben Ezer.

Berikut surat pengantar dari empat tersangka Nomor : B-23/Subdit/II/2021/Ditipidum tanggal 03 Februari 2021, untuk berkas perkara atas nama tersangka MR untuk peristiwa yang terjadi di Jl. Tebet Utara 28 Jakarta Selatan dan Jl. KS. Tubun Petamburan Jakarta Pusat pada tanggal 13 November 2020 dan 14 November 2020.

Nomor : B-22/Subdit/II/2021/Ditipidum tanggal 03 Februari 2021, untuk berkas perkara atas nama tersangka HU. Dkk (bersama MS, AAA, ASL dan IAH) untuk peristiwa yang terjadi di Jl. Tebet Utara 28 Jakarta Selatan dan Jl. KS. Tubun Petamburan Jakarta Pusat pada tanggal 13 November 2020 dan 14 November 2020.

Baca Juga:  Ruang Kerja Bupati dan Sekretaris Lampung Tengah Disegel KPK

Nomor : B-26/Subdit/II/2021/Ditipidum tanggal 03 Februari 2021, untuk berkas perkara atas nama tersangka dr. AA. Dkk. (bersama MR dan AA) untuk peristiwa yang terjadi di Rumah Sakit UMMI Jl. Empang Kota Bogor pada tanggal 27 November 2020.

Nomor : B-24/Subdit/II/2021/Ditipidum tanggal 03 Februari 2021, untuk berkas perkara atas nama tersangka MR. Untuk peristiwa yang terjadi di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Mega Mendung Bogor pada tanggal 13 November 2020.

Setelah berkas dicatat dan diregister serta diserahkan kembali kepada jaksa peneliti, berkas perkara akan diteliti kembali apakah petunjuk jaksa peneliti untuk kelengkapan keempat berkas perkara sudah dipenuhi apa belum.

 

Reporter : SUL/HMS

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top