Pendidikan

30 Tahun SMAN 5 Purworejo, Sekolah Ramah Anak

Lustrum ke-6 SMAN 5 Purworejo/MAS

Suluh.co – Bangsa yang besar, bangsa yang menghargai sejarahnya, begitu juga SMAN 5 Purworejo. Tepat 1 April 1991 lalu, SMAN 5 ini berdiri, dan kini 2021 menginjak usia 30 tahun dan telah melahirkan banyak generasi unggul yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Kepala SMAN 5 Purworejo, Cahyo Winarno, pada Lustrum ke-6 mengaku sangat berterima kasih kepada pendahulu yang telah memberikan tongkat estafet pendidikan di SMAN 5 Purworejo.

“Prestasi dari guru-guru, kepala sekolah dan alumnilah yang membuat SMA semakin dikenal dan berkembang. Melalui tangan-tangan alumni, program kepedulian pendidikan terhadap lingkungan  masyarakat  bisa diterima dengan lebih baik dan mampu menjadi sekolah unggulan di Purworejo bagian utara,” terangnya, Kamis (1/4).

Baca Juga:  Ayah Tega, Cabuli Anak Tiri Sendiri

Cahyo juga mengajak bersama-sama melaksanakan amanah pendidikan, meskipun masih dalam masa pandemi, SMAN 5 terus berinovasi dalam memberikan layanan pendidikan yang maksimal.

Dalam kegiatan Lustrum tersebut dihadiri juga Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah DR Nikmah Nurbaiti.

Dalam kesempatan tersebut, DR Nikmah Nurbaiti yang juga mantan kepala sekolah SMAN 5 selama 7 tahun, membuka tirai deklarasi persiapan sekolah layak anak.

Ia menceritakan saat menjabat kepala di SMAN 5 pernah mendapatkan kepala sekolah prestasi tingkat Nasional.

“Kebanggaan memiliki SMAN 5, satu yang dibentuk yaitu artikulasi, dimana penyampaian bersama, bahwa SMA N 5 menawarkan banyak hal yang dibutuhkan masyarakat, dengungkan terus menerus,” terangnya.

Nikmah berpesan, sekolah itu mendidik kehebatan karakter terus menerus. Hanya orang-orang yang bangga pada dirinya sendiri itu yang layak untuk sukses.

Baca Juga:  Doorprize Upaya Tarik Masyarakat untuk Vaksin

Pembelajaran sekarang harus memberikan nalar tinggi, mampu melakukan tindakan bernalar tinggi mengedepankan mengapa, bagaimana dan jelaskan.

“Sekolah ramah anak, belum semua sekolah di Kabupaten kota ada, di tiap kabupaten masih hanya ada dua. Sekolah layak anak harus di dukung kebijakan sekolah, dokumen, sarana prasarana, kurikulum dan lain-lain,” ungkapnya.

Sekolah ramah anak, yaitu

  1. Tidak ada kekerasan fisik, verbal, kekerasan seksual fisik dan verbal.
  2. Tidak ada diskriminasi
  3. Semua demi siswa
  4. Dengarkan pendapat siswa

Dalam kegiatan Lustrum ke-6 juga dilaksanakan pembagian hadiah bagi para siswa yang memenangkan lomba yang digelar oleh pihak sekolah dan OSIS, dari lomba ilmiah hingga kreativitas, selain itu juga pemberian Bhakti sosial bagi siswa yang membutuhkan.

Baca Juga:  Camat Ngombol Cabut Surat Edaran Kepada Enam Kades terkait KOIN

 

Reporter : Mahestya Andi Sanjaya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top