Modus

3 Terdakwa Korup Disdik Lamsel Pasrah

Tiga orang terdakwa perkara tindak pidana korupsi proyek pengadaan alat olahraga, di lingkungan Dinas Pendidikan Lampung Selatan/Net

BANDAR LAMPUNG – Tiga orang terdakwa perkara tindak pidana korupsi proyek pengadaan alat olahraga, di lingkungan Dinas Pendidikan Lampung Selatan, Senin (28/10) disidangkan kembali dan menerima tuntutan dari jaksa dengan tuntutan pidana 5 dan 4 tahun kurungan penjara  serta dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara.

Pasalnya, mereka terbukti bersalah dan merugikan anggaran tahun 2016 lalu senilai Rp2,3 miliar lebih.

Dalam sidang kali ini, ke-3 terdakwa yakni Nur Muhammad, Yusmardi dan Zulfikri Rachman, disidangkan secara bergantian, di Pengadilan Negeri Tanjung Karang.

Ketiganya pun mendapatkan tuntutan yang berbeda, dengan tuntutan kurungan penjara kepada terdakwa Yusmardi yaitu selama 5 tahun serta diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp460 juta dengan subsidair 2 tahun kurungan penjara dan dikenakan denda Rp50 juta dengan subsidair denda yaitu penjara selama 4 bulan.

Baca Juga:  M Ridho Ficardo Segera Kembalikan Kejayaan Petani Buah Naga Lamsel

Sementara terhadap terdakwa Nur Muhammad, dituntut penjara selama 4 tahun 6 bulan dan denda Rp50 juta dengan subsidair denda penjara selama 6 bulan. Serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp274 juta dengan subsidair 2 tahun kurungan penjara.

Jaksa pun menuntut pembayaran uang pengganti terdakwa Zulfikri Rachman yang sama dengan Nur Muhammad. Namun, dengan tuntutan kurungan penjara yang selama 5 tahun dengan denda Rp50 juta dan subsidair denda yaitu penjara selama 6 bulan.

Mendengar pembacaan tuntutan tersebut ketiganya terkesan pasrah.

Diketahui, dalam dakwaannya, ketiga terdakwa didakwa telah bersama – sama melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan alat olahraga di 195 sekolah dasar, di Kabupaten Lampung Selatan, dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp2,3 miliar lebih.

Baca Juga:  Tak Diberi Izin Jenguk Istri, Zainudin Menangis di Persidangan  

Yusmardi, selaku pejabat pembuat komitmen, telah mengatur pemenangan lelang tender pengadaan alat olahraga yang menjadikan perusahaan milik Nur Muhammad dan Zulfikri Rachman, yaitu CV Miika Kharisma menjadi pemenang lelang.

Dari tender kurung yang dilakukan oleh Yusmardi, dirinya mendapatkan fee dari pagu anggaran sebesar 20%  atau senilai Rp600 juta, yang diberikan oleh Nur Muhammad, selaku kuasa direktur CV Mika Kharisma.

Sidang lanjutan perkara ini akan digelar kembali pada Senin pekan depan, dengan agenda sidang yaitu pembacaan nota pembelaan ketiga terdakwa.(JO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top