Bandar Lampung

Zona Merah Bertambah, Angka Kematian di Lampung Justru Makin Tinggi

Ketua DPD Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong-Royong Provinsi Lampung, Nizwar Affandi/Istimewa

Suluh.co – Dinas Kesehatan Lampung menyebutkan bahwa status zona merah di provinsi tersebut saat ini bertambah menjadi 13 kabupaten/kota.

Zona merah berarti daerah tersebut berisiko tinggi dalam penyebaran virus corona atau Covid-19.

Dari 15 kabupaten/kota di provinsi ini, sekarang ada 13 daerah yang memiliki zona merah, setelah ada enam daerah lagi yang statusnya berubah dari oranye ke merah.

Keenam daerah yang baru menjadi zona merah yaitu Kabupaten Tulangbawang Barat, Tulangbawang, Lampung Barat, Pesisir Barat, Lampung Tengah, dan Lampung Utara.

Ketua DPD Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong-Royong (MKGR) Provinsi Lampung, Nizwar Affandi, mengaku tidak terlalu terkejut soal zonasi ini. Pasalnya, Lampung sejak tahun lalu sudah biasa gonta-ganti warna.

Baca Juga:  Novotel Lampung Kembali Raih Sertifikasi Bintang Empat

Menurutnya, yang lebih mengkhawatirkan adalah soal angka kematian.

“Trennya benar-benar menakutkan, 938 orang wafat di bulan Juli, rata-rata 30 sampai 31 orang perhari. Sekarang Agustus baru tiga hari, yang wafat sudah sebanyak 217 orang, rata-rata 72 hingga 73 orang per hari,” papar Nizwar Affandi, Rabu (4/8).

Angka kematian itu menggambarkan kapasitas health system yang dimiliki oleh Lampung, karena itu terkait langsung dengan tanggung jawab pemerintah daerah memastikan treatment dari 3T (testing, tracing, treatment) berjalan dengan baik minimal sesuai standar yang diminta oleh WHO dan Kemenkes.

Beda dengan penambahan kasus baru, tanggung-jawabnya berbagi antara 5M-nya masyarakat dengan 3T-nya pemerintah.

“Kalau sudah begini kan jadi semakin aneh, berbagai apresiasi, pujian dan sanjungan yang kita baca minggu lalu, seperti suara tepuk tangan buatan yang dipergunakan di film-film kartun,” ujarnya.

Baca Juga:  Pasien Positif Corona jadi 16 Orang, Provinsi Lampung Bisa jadi Zona Merah

Kata Nizwar, memang ada dua kategori reaksi manusia ketika menerima pujian, yang pertama akan lebih giat dan bersemangat bekerja, sedangkan yang kedua akan merasa sudah berhasil dan sudah paling benar.

“Saya khawatir banyak pejabat publik di Lampung yang termasuk kategori kedua, yang baru bergerak ketika hatinya panas karena merasa terganggu oleh pemberitaan, tulisan dan komentar publik tetapi langsung kembali tenang jika menerima pujian,” tukasnya.

“Karena itu kembali saya ingatkan mari kita simpan dulu semua pujian dan sanjungan sampai peperangan besar ini usai,” tandasnya.

 

Reporter : SUL/HMS

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top