Modus

Yusuf Kohar Bakal Umumkan Nama Pejabat Kota Yang Positif Gunakan Narkoba

Wakil Walikota Bandarlampung Yusuf Kohar/Ist

BANDARLAMPUNG – Wakil Walikota Bandar Lampung Yusuf Kohar, bakal secara terbuka mengumumkan nama-nama pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, yang dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba dari hasil tes urine tahap dua oleh BNNP Lampung.

“Kasus tes urine waktu itu tidak usah ditutupi, karena kan tujuannya bagus untuk membersihkan ASN yang kena narkoba. Jadi untuk apa kalau gak ada tindak lanjut, buat apa susah-susah tes urine kalau gak ada blow up. Jangan cuma mau dilihat orang aja seolah-olah kita hebat mau bersihkan ASN tapi gak ditindaklanjuti, jadi harus dibuka itu. Nanti ya kita buka,” tegas Yusuf Kohar, Kamis (25/1).

Selain daripada itu, Yusuf Kohar juga meminta kepada masyarakat agar bersama memantau penyelenggaraan pemerintahan yang diselenggarakan agar pelayanan publik di Bandarlampung berjalan sesuai aturan.

Baca Juga:  Mantan Bos Star City Jualan Sabu di Dalam Lapas

“Antara walikota dan wakil harus bersinergi bersama supaya Bandarlampung lebih baik. Para kepala dinas, kepala badan juga harus baik. Dan ingat wakil walikota itu ada, bukan cuma walikota ya, jadi ada etika antara bawahan dan atasan,” tegasnya.

Untuk diketahui, Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Bandarlampung mendesak Direktorat Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Lampung berkoordinasi dengan BNN Provinsi Lampung agar mau membuka nama-nama pemilik urine positif narkoba milik pejabat Pemkot Bandarlampung.

Hasil tes urine tahap dua yang dilaksanakan BNN Lampung pada 2017 hingga saat ini tidak juga diungkap ke publik sehingga terkesan ada upaya melindungi sejumlah nama pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Baca Juga:  26 Personel Polres Purworejo Kena Tilang

“Kita juga mempertanyakan kenapa pemilik urine tersebut gak diungkap, ini kan berkaitan dengan penegakan hukum bagi penyalahgunaan Narkoba apalagi diduga terjadi pada pejabat tinggi atau Aparatur Sipil Negara. Ini tidak bisa dibiarkan dan kalau itu pejabat maka bukan korban. Jadi Dirresnarkoba harapan kami mau mendorong dan berkoordinasi dengan BNNP supaya segera membuka nama-nama tersebut,” ujar Ketua DPC Granat Bandarlampung, Ansori.

Ansori menambahkan, pentingnya membuka nama tersebut karena ada belasan urine positif narkoba sehingga asumsi masyarakat bahwa pelayanan publik di Kota Bandar Lampung diduga dibawah pengaruh narkoba.

“Mereka itu ASN ya yang fungsinya memberikan pelayanan publik yang sehat kepada masyarakat Bandar Lampung, nah ini yang harus clear dulu, tidak bisa dibiarkan,” ungkapnya.(*)

Baca Juga:  Nelayan Lampung Terancam Dihukum Mati

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top