Iklan
Modus

YLKI dan DPRD Bandar Lampung Desak BBPOM Ungkap Peredaran Kosmetik Oplosan

Peredaran kosmetik palsu di Lampung memicu keresahan masyarakat selaku konsumen/Net

BANDAR LAMPUNG – Peredaran kosmetik palsu di Lampung memicu keresahan masyarakat selaku konsumen. Untuk itu Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lampung mendesak BBPOM Lampung, agar segera turun menarik kosmetik oplosan dảri peredaran dan menangkap aktor pembuat kosmetik palsu.

“Selain bisa merugikan masyarakat, tentu saja kosmetik palsu memberikan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat juga,” ujar Ketua YLKI Lampung, Subradayani saat dihubungi melalui telepon, Senin (23/7).

Selama ini memang tindakan tegas jarang diberlakukan terhadap pembuat dan pengedar kosmetik palsu tersebut. Maka seharusnya penegak hukum dan instansi terkait tidak perlu ragu untuk menerapkan langkah tegas.

Baca Juga:  Walhi Risaukan Tegal Mas Tetap Buka

“Selain BBPOM harus ada instansi atau penegak hukum yang terlibat, seperti kepolisian,” ucapnya.

Disinggung mengenai tindakan yang dilakukan masyarakat untuk menuntut produk kosmetik palsu, menurutnya hal itu bisa saja dilakukan.

“Tapi yang jadi kendala tidak diketahui dari mana asal produk tersebut,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Bandar Lampung, Julius Gultom. Menurutnya, kosmetik palsu sangat merugikan masyarakat, oleh sebabnya harus ada sanksi berat untuk pelaku atau pembuatnya.

“BBPOM jangan hanya sidak dan sita produknya saja, tetapi cara akar jaringanya, atau produsen pembuat kosmetik palsu itu, sehingga masyarakat tidak menjadi resah,” ucapnya.

Gultom pun mengimbau, Dinkes maupun BBPOM setempat, untuk selalu mengingatkan masyarakat mana saja produk yang asli atau tidak.

Baca Juga:  Komisi II DPRD Lampung Apresiasi Kinerja PDAM Way Rilau

“Bisa saja berupa himbauan di spanduk ataupun sosialisasi kepada pedagang. Dan BBPOM pun terus melakukan pemantauan di pasar-pasar,” tandasnya.(AJ)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top