Daerah

YAKKUM Launching Buku Saku Panduan Fasilitasi Desa Inklusi

YAKKUM Launching Buku Saku Panduan Fasilitasi Desa Inklusi/MAS

Suluh.co – Perjalanan panjang untuk mewujudkan sebuah wilayah yang lebih inklusif terhadap semua orang sudah dimulai sejak lama.

Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Pedesaan dan Daerah Tertinggal menyambut baik hal tersebut dengan menerbitkan Panduan Fasilitasi Desa Inklusif pada tahun 2019 yang dibuat sebagai acuan bagi pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota maupun para penggiat pembangunan Desa.

Fasilitasi Desa Inklusif pada dasarnya bersifat lintas pemangku kepentingan.

Panduan Fasilitasi Desa Inklusif memuat prosedur kerja yang senantiasa bersifat sinergistik lintas pemangku kepentingan sekaligus berfokus pada upaya menumbuhkan dalam diri warga Desa buah-buah gagasan yang inovatif menuju terwujudnya Desa yang kuat, maju, mandiri dan demokratis.

Pusat Rehabilitasi YAKKUM sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat di Yogyakarta yang mempunyai mandat untuk mendukung orang-orang penyandang disabilitas untuk memenuhi hak-hak mereka dengan membangun masyarakat yang inklusif melalui layanan yang berkualitas, terjangkau dan terpadu.

YAKKUM bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo sejak tahun 2014 untuk mendorong pemberdayaan ekonomi bagi disabilitas melalui pembentukan Organisasi Penyandang Disabilitas (DPO) di 10 Kecamatan di Kabupaten Purworejo untuk menjadi motor penggerak advokasi akses layanan disabilitas, dan mewujudkan Purworejo yang lebih inklusif bagi disabilitas.

Baca Juga:  Festival Film Kodim 0708 Purworejo Media Pererat Kesatuan Bangsa

Lewat Program Desa Inklusif yang didukung oleh Light For The World. Sejak tahun 2019, Pusat Rehabilitasi YAKKUM mendampingi 50 desa di Kabupaten Purworejo, untuk lebih bisa mengikutsertakan warga disabilitas dalam rencana pembangunan desa.

Menindaklanjuti hal tersebut, untuk mendukung dan berkontribusi dalam rencana Pemerintah Indonesia untuk mewujudkan Indonesia yang lebih Inklusif bagi semua orang.

Jaimun, Program Manager Pusat Rehabilitasi YAKKUM, menekankan bahwa launching buku ini digunakan untuk membangun kapasitas disabilitas dan masyarakat desa untuk mampu memberikan ruang partisipasi bagi disabilitas.

Pasalnya, dengan ruang partisi yang baik di desa, disabilitas mampu meningkatkan tingkat partisipasi sosial yang nantinya mampu mendukung pembangunan di daerah.

“Kami berharap buku ini bisa menjadi referensi bagi desa untuk membangun desa yang lebih inklusif, tidak hanya di Purworejo, namun di wilayah-wilayah lain di Indonesia,” jelasnya, Rabu (7/4).

Sementara, Agus Ari Setiyadi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa mengungkapkan terima kasih kepada Pusat Rehabilitasi YAKKUM yang sudah berniat baik dalam mendampingi warga rentan di Purworejo.

Baca Juga:  Gelorakan Tema Hari Pers Nasional 2021, PWI Way Kanan Galang Donasi Baksos dan Kawal Anugerah Tjindarboemi

“Yang ingin kita lihat bersama adalah, semua komponen yang ada di masyarakat harus diikutsertakan dalam proses pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. Karena ini salah satu yang juga dilakukan oleh Pusat Rehabilitasi YAKKUM.
Suksesnya program pembangunan di Purworejo pastinya tidak lepas dari kontribusi PRYAKKUM,” ungkapnya.

Melihat buku tersebut, dari sampulnya saja sudah sangat menarik. Saat ini sudah ada 50 desa yang didampingi Pusat Rehabilitasi YAKKUM agar lebih inklusif terhadap semua warganya.

“Harapannya desa-desa lain bisa mengikuti jejak 50 desa ini untuk bisa melibatkan semua unsur yang ada didalam masyarakat tanpa terkecuali, tanpa ada yang ditinggalkan,” katanya.

“Mudah-mudahan buku ini bisa menjadi panduan untuk memberdayakan semua disabilitas di seluruh desa di Kabupaten Purworejo. Saya berharap seluruh disabilitas di Purworejo bisa lebih mandiri, meningkatkan keterampilan, dan juga tidak ketergantungan dengan orang lain, namun bisa berdaya dan menunjukkan kemampuannya,” timpalnya lagi..

Terpisah, Triwahyuni Suci Wulandari, salah satu penulis buku menyebutkan bahwa ada 3 jalan dalam memenuhi Indikator Desa Inklusi.

Salah satunya adalah Jalan Kebudayaan, dimana upaya penguatan nilai inklusi sosial sebagai cara pandang dan perilaku warga desa, misalnya gotong royong dalam membuat bangunan publik. di desa lebih ramah bagi disabilitas.

Baca Juga:  Nanang Kembali Tunjuk Thamrin Sebagai Penjabat Sekda Lamsel

“Dalam buku ini, juga memasukkan mengenai Kelembagaan Desa yang Inklusif, dimana seharusnya disabilitas bisa menjadi kepala desa, perangkat desa, kepala dusun, maupun pemangku jabatan yang lain. Di Purworejo, alhamdulillah ada satu contoh bagus dimana salah satu Kepala Desa adalah disabilitas dan sudah menjabat 2 periode,” jelasnya.

Pihaknya berharap, launching buku tersebut dapat ditindak lanjuti dan didorong kembali oleh Pemerintah Daerah agar masuk ke RKPDes. Disabilitas sebenarnya bisa kita angkat lewat pemberdayaan, karena program desa bisa didanai oleh APBDes.

Reporter : Mahestya Andi Sanjaya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top