Ekonomi

Wujudkan Ketahanan Pangan di Lampung, Pemprov, BPN dan Kementan RI Satukan Data Lahan Pertanian Berkelanjutan

Pemprov Lampung, Badan Pertanahan Negara (BPN/ATR) dan Kementerian Pertanian RI menyatukan peta Data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan/LS

BANDAR LAMPUNG – Demi mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan, Pemprov Lampung, Badan Pertanahan Negara (BPN/ATR) dan Kementerian Pertanian RI menyatukan peta Data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Awal Penyiapan Data LP2B yang diselenggarakan di Hotel Emersia Bandar Lampung, Selasa (14/5).

Dalam acara itu, Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, yang diwakili Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Hamartoni Ahadis mengatakan penyatuan data-data yang terpisah dan berbeda antara BPN, BPS ataupun lembaga-lembaga terkait lainnya, diharapkan menghasilkan data yang valid dan dijadikan sebagai acuan kegiatan yang berkaitan dengan lahan pertanian.

Baca Juga:  Tahun 2019, e-Planning Dan e-Budgeting Diaktifkan

“Kepentingannya yakni keterkaitan antara lahan ini dengan kedaulatan pangan dan ketahanan pangan. Oleh karena itu, Bapak Direktur Penatagunaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) kita hadirkan,” ujar Hamartoni. Dengan kehadiran Direktur Penatagunaan Tanah tersebut, Hamartoni berharap menghasilkan data yang diharapkan.

Hamartoni juga menyebutkan Provinsi Lamoung sendiri sudah memiliki Perda yang mengatur terkait LP2B.

“Nantinya akan kita sinkronkan data terkait luas lahan pertanian pangan antara Perda yang sudah ada dengan hasil dari tim yang terbentuk dari rakor ini,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Penatagunaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Mujitono menyebutkan bahwa pembentukan tim dari hasil rakor ini yang anggotanya terdiri dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung akan menghasilkan data yang akurat.

Baca Juga:  OJK Himbau LJK Ringankan Hutang Korban Tsunami

“Mudah-mudahan demi peta kerja yang sudah disiapkan dari DIK, LAPAN, BPN dan BPS akan menyatukan data yang sebelumnya berbeda-beda,” pungkasnya.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top