Iklan
Modus

Wow, Lampung Masuk Urutan Ketiga se-Sumatera yang Paling Aktif Gunakan Narkoba

Kasi Pasac Rehabilitasi BNN Provinsi Lampung, Tutut Nuringtyas, saat menjadi pembicara dalam acara Bimtek Penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat/LS

BANDAR LAMPUNG – Provinsi Lampung, menempati urutan ke-3 se-Sumatera, dengan angka tertinggi tingkat penyalahgunaan narkoba.  Secara Nasional, tercatat 123 ribu lebih orang terpengaruh narkoba, yang di dalamnya banyak anak anak.

“Untuk Lampung, banyak beredar ganja, sabu-sabu,  inek, dan lem aibon. Lampung tinggi tingkat peredarannya, karena banyaknya pintu masuk, serta pangsa pasar yang menjanjikan dengan jumlah penduduk tinggi,” kata Kasi Pasac Rehabilitasi BNN Provinsi Lampung, Tutut Nuringtyas,  saat menjadi pembicara dalam acara Bimtek Penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat, Senin (16/9).

Menurut Tutut, banyak mereka yang tidak memahami dampak dari penyalahgunaan narkoba. Hasil penelitian BNN dan UI, sehari sekitar 35-50 orang meninggal dunia karena dampak narkoba.

Baca Juga:  Pasca Gempa & Peringatan Tsunami, Nelayan Bandar Lampung Kembali Melaut

“Maknanya adalah, bukan karena pakai narkoba langsung meninggal, tapi karena menggunakan narkoba, terjadi dampak, misal kecelakaan, perkelahian dan lain-lain. Dampak setelah menggunakan narkoba memyebabkan kerugian diri sendiri dan orang lain,” katanya.

Selain pangsa pasar dan pintu masuk yang banyak, hal lain adalah karena penegakan hukum yang belum memberikan efek jera, tetapi banyak aparat justru terlibat.

“Ini juga menjadi catatan BNN, ” katanya dihadapan peserta terdiri dari BNM, Ganas Mui, Organisasi Keagamaan, SMSI, dan lain-lain.

Karena itu, kepada para penggiat anti narkoba, memiliki kewajiban untuk memperbaiki, tidak hanya dari masyarakatnya tetapi dari diri sendiri juga harus betul-betul stop narkoba.

Menurut Tutut, narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran hilangnya rasa mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Baca Juga:  Jelang Putusan Sidang, Wawan Suhendra Ajak Najmul Fikri Masuk Bui   

“Jadi kalau ada hal itu, seperti penurunan perubahan kesadaran, hilangnya rasa mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan kalau kita mau pakai itu selalu menimbulkan ketergantungan. Kita coba dulu berhenti, baru kita akan bedakan siapa korban penyalahgunaan, layaknya rokok,” katanya.

Kata dia, ada orang yang memakai narkoba dengan kesadaran sendiri. Kemudian kalau ketergantungan adalah kondisi yang ditandai oleh dorongan untuk menggunakan narkotika terus-menerus untuk dapat menghasilkan efek yang sama.

Bila dikurangi akan menimbulkan gejala fisik atau psikis, seperti apa yang biasanya tenang jadi suka marah-marah. Hal itu karena, adanya adisty adiksi, yang merupakan penyakit kronis dari tumbuhan yang ditandai dengan perilaku mencari dan menggunakan zat yang masih memiliki konsep merugikan.

Baca Juga:  Polisi Buru Pelaku Pembakar Mixology Soju Bar dan Bresserie

“Banyak di beredar di internet para pelaku narkoba ditembak kakinya. Tapi walaupun sering kita lihat, yang menggunakan justru tetap ada,” tukasnya.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top