Iklan
Panggung

Workshop di Studio Kopi, Komunitas Gajahlah Edukasi Lingkungan ke Masyarakat

Komunitas Gajahlah, menggelar Workshop Marine Debris dan Zero Waste Lifestyle, di Studio Kopi Cafe, Rawa Laut/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Komunitas Gajahlah, menggelar Workshop Marine Debris dan Zero Waste Lifestyle, di Studio Kopi Cafe, Rawa Laut, Minggu (16/12).

Komunitas Gajahlah Kebersihan merupakan sebuah gerakan sosial yang di bentuk oleh 4 orang alumni dari Indonesian Youth Marine Debris Summit (IYMDS) 2017.

Founder Gajahlah Kebersihan, Dicky menjelaskan alasan memilih nama tersebut, karena hewan berbelalai itu merupakan icon dari Bumi Ruwa Jurai.

“Nama Gajahlah Kebersihan juga merupakan plesetan dari kata Jagalah Kebersihan,” kata Dicky, Minggu (16/12).

Gerakan eco- sosial ini berpusat di Provinsi Lampung yang kegiatannya berfokus pada pemberian edukasi lingkungan ke masyarakat secara langsung melalui seminar dan kunjungan sekolah atau perguruan tinggi, khususnya terkait marine debris (sampah laut) dan waste management (hidup minim sampah) untuk segala jenjang usia.

Baca Juga:  Stok Kosong, Harga Cabai Rawit Melonjak Naik

Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua sedunia setelah China.

Hal ini berdasarkan data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton pertahun.

“Sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.Kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 milar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia mengajak pemuda Lampung agar membuka mata terhadap isu sampah laut dengan menjaga kebersihannya. Sebab, masyarakat Lampung juga masih bergantung dari hasil laut baik pangan maupun pariwisata.

Ia berharap setelah mengadakan workshop ini akan terbentuk forum kolaborasi pemuda Lampung yang bisa menelurkan ide maupun aksi untuk membantu menyelesaikan permasalahan sampah laut atau marine debris ini.

Baca Juga:  AJI Sesalkan Pembagian Uang Transportasi-Penjadwalan Liputan Lampung Fair

“Pengurangan sampah bisa dilakukan dengan hal-hal sederhana seperti membatasi penggunaan plastik. Gerakan membawa botol minum, staw (sedotan stainless) agar mengurangi sedotan plastik dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Dalam rangkaiannya acara workhsop ini juga menampilan stand up comey dan beat box, lounching produk gajahlah kebersihan. Selain itu adanya promosi acara Lampung Youth Marine Debris Summit (LYMDS).(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top