Modus

Wonotopo Memanas, Keluarga Pengadu Pemalsuan Tanda Tangan Diintimidasi Keluarga Kades

Wonotopo Memanas, Keluarga Pengadu Pemalsuan Tanda Tangan Diintimidasi Keluarga Kades/MAS

PURWOREJO – Puluhan warga Desa Wonotopo, Kecamatan Gebang, Purworejo, Jawa Tengah, datangi kantor desa untuk memberikan surat pernyataan atas tekanan yang dialami keluarga pengadu dugaan pemalsuan dokumen Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).

Sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Wonotopo diadukan ke polisI terkait dugaan pemalsuan dokumen Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).

Aduan disampaikan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wonotopo dengan mendatangi langsung Polres Purworejo pada Selasa (30/6) lalu.

Kedatangan warga ditemui sekertaris desa Icak Windiharno dan beberapa perangkat lainnya.

Icak menyampaikan bahwa kepala desa baru saja keluar, ke Kecamatan. Warga menyayangkan hal tersebut, karena mereka menginginkan bertemu dengan kepala Desa.

Dihadapan sekertaris desa dan perangkat, Saiun tokoh masyarakat bersama dengan Tanto selaku penanggung jawab dan salah satu warga menyampaikan pernyataan yang diberikan kepada desa.

Baca Juga:  Siswa SMA 1 Purworejo Juara di Festival Literasi Sekolah

Isi pernyataan tersebut ialah meminta pihak desa untuk mematuhi aturan hukum yang ada dan meyampaikan adanya intimidasi yang diterima para pelapor.

Pada tanggal 1 Juli hari Rabu 2020, pelapor diundang ke balai desa untuk klarifikasi namun pelapor tidak dapat hadir tanpa didampingi kuasa hukum.

Ketua BPD telah dijemput oleh bapak Kozai, Yulistiana, Endang Puji Astuti, Icha Windiharno pada hari Rabu tanggal 1 Juli jam 17.15 WIB dari rumah BPD. Selanjutnya ketua BPD dibawa ke balai desa, sesampainya di balai desa ketua BPD di bawah tekanan disuruh menandatangani surat pencabutan laporan pengaduan. pada saat dipaksa tanda tangan surat kesepakatan mencabut laporan di balai desa disana sudah ada camat Gebang dan sekretaris camat.

Baca Juga:  Iptu Abdul Malik Resmi Jabat Kapolsek Lambu Kibang Tulang Bawang

Meski dalam tekanan pelapor tidak mau menandatangani dan mencabut laporan di Polres. Semenjak kejadian itu keluarga pelapor selalu didatangi keluarga kades, seperti Daniyah istri, Yulistiana anak yang juga perangkat, Ela anak dan Ririn anak.

Mereka memberikan tekanan pada istri pelapor jika kepala desa masuk penjara, hutang desa, keluarga dan juga ekonomi jika Kades dan perangkat ditanggung mereka.

Tanto menyampaikan, dengan pernyataan warga meminta agar tidak ada lagi intimidasi atau tekanan yang dilakukan terlapor baik secara langsung maupun tidak langsung selama perkara tersebut belum terselesaikan oleh pihak yang berwenang.

“Kami mengharapkan Kades bisa menghargai proses hukum yang berlangsung tidak melakukan main hakim sendiri atau melawan di luar jalur hukum apabila setelah pernyataan ini kami sampaikan masih terjadi intimidasi maupun tekanan terhadap para pelapor maka kami akan kembali melaporkan atau menempuh jalur hukum atas intimidasi dan ancaman tersebut,” tegasnya, Kamis (9/7).

Baca Juga:  Peringati Hari Ibu, Kabupaten Purworejo Genjot Kesetaraan Gender

Icak menanggapi aspirasi warga tersebut, pihaknya akan menyampaikan apa yang menjadi aspirasi warga kepada kepala Desa.(Mahestya Andi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top